PANDEGLANG — Bimbingan teknis yang digelar BRIN bersama Komisi X DPR RI menyasar pelaku UMKM Pandeglang yang dinilai belum maksimal memanfaatkan kanal pemasaran digital. Pelatihan ini menekankan penggunaan media sosial sebagai sarana utama memperkenalkan produk ke konsumen yang lebih luas.
Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Pandeglang Tubagus Udi Juhdi menyebut pemasaran digital sebagai strategi penting di tengah persaingan pasar yang semakin ketat. Menurutnya, pelaku usaha tidak bisa lagi mengandalkan cara konvensional untuk menjangkau pembeli.
Media Sosial Jadi Kanal Utama Pemasaran Produk
Dalam pelatihan tersebut, peserta diarahkan memanfaatkan platform seperti Instagram, Facebook, dan TikTok untuk memperkenalkan produk sekaligus memperluas jangkauan pasar. Pendekatan ini dinilai lebih efektif menjangkau konsumen lintas daerah dibandingkan pemasaran konvensional.
"Bimbingan teknis digital marketing ini merupakan solusi nyata dari pemanfaatan hasil riset di era digital bagi pelaku UMKM. Dalam memasarkan produk, mereka perlu memanfaatkan media sosial seperti Instagram, Facebook, maupun TikTok," kata Tb Udi, sapaan akrabnya.
Ia berharap hilirisasi hasil riset BRIN membuat pelaku UMKM Pandeglang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi. Produk unggulan daerah pun diharapkan tidak hanya bersaing di pasar lokal, tetapi juga berpeluang menembus pasar luar daerah hingga internasional.
Kolaborasi BRIN dan DPR Dorong Hilirisasi Hasil Riset
Kegiatan ini melibatkan sejumlah pejabat pusat dan daerah. Selain Ali Zamroni dari Komisi X DPR RI, hadir pula Anggota DPRD Provinsi Banten Rifky Hermiansyah dan Tb Udi selaku Ketua Komisi IV DPRD Pandeglang.
"Kami berharap pelaku UMKM kita semakin kuat dan mampu bertahan dengan dukungan BRIN serta pemerintah di era digitalisasi saat ini. Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi forum pelatihan, tetapi juga menjadi jembatan antara hasil riset dan kebutuhan nyata pelaku UMKM di lapangan," ujar Tb Udi.
Menurutnya, forum pelatihan semacam ini perlu menjadi penghubung antara hasil riset lembaga penelitian dan kebutuhan riil pelaku usaha di lapangan. Tanpa jembatan itu, temuan riset berisiko tidak terserap oleh UMKM yang membutuhkannya.
Peserta Sebut Pelatihan Beri Pengetahuan dan Motivasi
Salah seorang peserta, Haerudin, menyambut positif pelatihan tersebut. Ia menilai kegiatan ini memberi pengetahuan sekaligus motivasi bagi pelaku usaha untuk memaksimalkan teknologi digital dalam memasarkan produk.
"Kegiatan ini sangat membantu dan memotivasi kami untuk memanfaatkan era digital secara maksimal dalam memasarkan produk. Kami berharap produk-produk asli Pandeglang bisa dikenal lebih luas lagi," kata Haerudin.
Pelatihan ini menjadi bagian dari upaya mendorong UMKM Pandeglang naik kelas melalui pemanfaatan teknologi. Dukungan BRIN dan pemerintah daerah diharapkan berlanjut agar produk lokal mampu bersaing di pasar yang lebih luas.