MAHAPEKA UIN Banten Salurkan Ribuan Liter Air Bersih untuk Warga Kaduela Pandeglang yang Alami Kekeringan

Penulis: Yoga Permadi  •  Rabu, 26 Agustus 2026 | 14:47:02 WIB
Warga Desa Kaduela, Pandeglang, menerima pasokan air bersih dari mobil tangki MAHAPEKA UIN Banten di tengah krisis kekeringan.

PANDEGLANG — Krisis air bersih yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pandeglang mendapat respons cepat dari mahasiswa. MAHAPEKA UIN Sultan Maulana Hasanuddin Banten menerjunkan mobil tangki untuk mendistribusikan air bersih ke permukiman warga Desa Kaduela yang terdampak kekeringan.

Ketua Umum MAHAPEKA UIN Banten, Mursal Bomel, menegaskan bahwa aksi ini merupakan bentuk tanggung jawab moral organisasi terhadap persoalan sosial-lingkungan. Menurutnya, kehadiran mahasiswa di tengah masyarakat saat bencana ekologis terjadi adalah bagian dari pengabdian yang tidak bisa ditawar.

"Mencintai alam bukan hanya tentang mendaki gunung, tetapi juga hadir di tengah masyarakat saat persoalan lingkungan berdampak pada kehidupan mereka. Bantuan ini diharapkan mampu meringankan beban warga sekaligus memantik pihak lain untuk peduli," ujar Mursal di Serang, Minggu (24/8).

Sumur Warga Mengering, Warga Antre Bawa Wadah Penampungan

Kekeringan yang melanda kawasan Cadasari membuat sejumlah sumur warga tidak lagi mengeluarkan air. Kondisi itu memaksa warga bergantung pada pasokan air dari luar untuk memenuhi kebutuhan harian.

Pantauan di lokasi, warga tampak antusias membawa jeriken dan wadah penampungan lainnya untuk mengantre bantuan. Distribusi dilakukan langsung dari mobil tangki ke beberapa titik permukiman agar menjangkau warga yang tidak bisa datang ke lokasi utama.

Apresiasi Pemerintah Desa dan Harapan Kolaborasi Jangka Panjang

Penyaluran air bersih ini mendapat sambutan positif dari pemerintah desa setempat. Pihak desa menilai inisiatif mahasiswa ini membantu menutup celah keterbatasan logistik air bersih yang selama ini dikeluhkan warga.

Lewat aksi ini, MAHAPEKA UIN Banten mendorong adanya kolaborasi jangka panjang antara pemerintah, mahasiswa, dan masyarakat. Tujuannya, merumuskan solusi berkelanjutan terkait pengelolaan sumber daya air di wilayah rawan kekeringan seperti Pandeglang.

Mursal berharap aksi kemanusiaan ini tidak berhenti pada penyaluran bantuan sesaat. Ia mengajak pemerintah daerah dan pihak terkait untuk duduk bersama membahas langkah antisipatif, terutama menjelang puncak musim kemarau yang kerap terjadi di wilayah selatan Banten.

Reporter: Yoga Permadi
Sumber: inforadar.disway.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top