Kepastian masuknya Festival Cisadane dalam KEN 2026 diumumkan setelah melalui seleksi ketat dari Kementerian Pariwisata. Arief Wibowo menilai capaian ini bukan sekadar pengakuan simbolis, melainkan bukti bahwa potensi event daerah Kota Tangerang diakui di tingkat pusat.
“Dari sekitar 800 event yang ada di seluruh Indonesia, kita masuk dalam jajaran 125. Saya kira dengan pengakuan ini menjadi motivasi buat kita untuk terus meningkatkan daya saing Festival Cisadane ke depan,” kata Arief di Tangerang, Kamis.
Peta Jalan Ekonomi Kreatif Harus Diadopsi ke Dalam Festival
DPRD tidak ingin festival ini berhenti sebagai perayaan tahunan. Arief mendorong Pemkot Tangerang untuk segera menelaah dan mengadopsi peta jalan dari Rencana Induk Pengembangan Ekonomi Kreatif Nasional yang telah diterbitkan Kementerian Ekonomi Kreatif.
“Ke depan kita perlu menelaah dan memastikan bahwa peta jalan yang ada dalam rencana induk tersebut kita adopsi dengan baik untuk memastikan bahwa pengembangan ekonomi kreatif benar-benar memberikan dampak bagi pertumbuhan ekonomi di Kota Tangerang, utamanya di tengah dinamika global hari ini,” ujarnya.
Bukan Sekadar Seremonial: Warisan Budaya dan Ikon Sungai Cisadane
Anggota DPRD Kota Tangerang lainnya, Mochamad Pandu, menekankan bahwa festival harus menjadi wadah pengembangan potensi budaya dan pariwisata secara berkelanjutan. Menurutnya, nilai budaya dan ikon Sungai Cisadane adalah modal yang tidak dimiliki daerah lain.
“Ini bukan hanya sekadar kegiatan seremonial, tapi kegiatan yang juga menumbuhkembangkan bagaimana di Kota Tangerang kita mempunyai nilai budaya yang sangat luar biasa. Kita mempunyai ikon Cisadane yang belum tentu dimiliki oleh daerah-daerah lainnya,” ujarnya.
Jadwal dan Tema: Lima Hari Penuh Atraksi pada Juli 2026
Festival Cisadane dijadwalkan berlangsung pada 22 hingga 26 Juli 2026. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tangerang Boyke Urip Hermawan mengangkat tema Flowing Heritage, Growing Courage yang menggambarkan semangat menjaga warisan budaya sekaligus mendorong inovasi menghadapi perkembangan zaman.
Rangkaian acara akan mencakup atraksi budaya, olahraga, hiburan, kuliner khas Kota Tangerang, serta gerai-gerai pelayanan dari Pemerintah Kota Tangerang. DPRD berharap evaluasi dan pengembangan festival dapat dilakukan secara berkelanjutan agar dampak ekonominya terasa langsung oleh warga dan pelaku UMKM setempat.