Pencarian

KAI Resmi Aktifkan Face Recognition di 22 Stasiun, Penumpang Cukup Scan Wajah untuk Boarding

Jumat, 24 Juli 2026 • 17:14:31 WIB
KAI Resmi Aktifkan Face Recognition di 22 Stasiun, Penumpang Cukup Scan Wajah untuk Boarding
Penumpang kereta api jarak jauh dan lokal di 22 stasiun kini dapat melewati gerbang boarding dengan pemindaian wajah melalui sistem face recognition yang diaktifkan KAI.

BANTENKAI terus mendigitalisasi layanan transportasi massal. Mulai tahun ini, penumpang kereta jarak jauh dan lokal di 22 stasiun bisa melewati gerbang boarding cukup dengan menatap kamera pemindai wajah. Syaratnya, wajah penumpang sudah terdaftar di sistem melalui aplikasi Access by KAI.

Direktur Utama KAI Didiek Hartantyo dalam keterangan resmi menyebutkan, layanan ini merupakan bagian dari transformasi digital perusahaan untuk meningkatkan pengalaman pelanggan. "Kami ingin boarding menjadi momen yang seamless, bukan lagi sumber stres karena harus mengeluarkan tiket dan KTP bergantian," ujarnya.

Daftar 22 Stasiun dan Cara Registrasi

Layanan face recognition tersebar di 10 daerah operasi KAI. Di Daop 1 Jakarta, stasiun yang mendukung meliputi Gambir, Pasar Senen, dan Bekasi. Daop 2 Bandung mencakup Stasiun Bandung dan Kiaracondong. Sementara di Daop 6 Yogyakarta, ada Stasiun Yogyakarta, Lempuyangan, dan Solo Balapan.

Daop 8 Surabaya menyediakan layanan di Stasiun Surabaya Pasarturi, Surabaya Gubeng, dan Malang. Untuk wilayah Sumatera, baru Stasiun Medan di Divre 1 yang terpasang sistem ini. Stasiun lainnya tersebar di Cirebon, Semarang, Purwokerto, Madiun, dan Jember.

Registrasi dilakukan melalui aplikasi Access by KAI. Penumpang masuk ke menu Akun, pilih Registrasi Face Recognition, lalu unggah foto selfie sesuai panduan. Data diri seperti NIK dan tanggal lahir akan diverifikasi otomatis. Setelah dinyatakan lolos, penumpang bisa langsung boarding di stasiun mana pun yang sudah mendukung.

Dampak Langsung ke Penumpang

Bagi penumpang reguler seperti pekerja harian rute Jakarta-Bandung atau mahasiswa pulang-pergi Semarang-Yogyakarta, layanan ini menghilangkan risiko ketinggalan kereta karena antrean cetak boarding pass. Penumpang cukup memastikan baterai ponsel cukup untuk menampilkan kode booking saat pemeriksaan petugas di dalam kereta.

KAI mencatat, rata-rata volume penumpang di 22 stasiun ini mencapai 1,2 juta orang per bulan pada 2024. Dengan adopsi face recognition, perusahaan menargetkan waktu tunggu di gate boarding turun hingga 40 persen pada akhir tahun ini. Sistem ini juga mengurangi pemakaian kertas boarding pass, sejalan dengan target keberlanjutan lingkungan KAI.

Ke depan, KAI berencana memperluas layanan ke stasiun-stasiun lain di luar Pulau Jawa, termasuk Divre 2 Sumatera Barat dan Divre 3 Palembang. Perusahaan juga mengintegrasikan data face recognition dengan sistem keamanan nasional untuk mencegah penyalahgunaan identitas.

Bagikan
Sumber: viv.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks