Wagub Banten Minta Duta Pariwisata 2026 Promosikan Wisata Tersembunyi

Penulis: Tino Pratama  •  Minggu, 03 Mei 2026 | 12:17:27 WIB
Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah membuka Grand Final Duta Pariwisata Banten 2026 di Kabupaten Tangerang.

TANGERANG — Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menginstruksikan para Duta Pariwisata Banten 2026 untuk lebih aktif mengangkat potensi wisata yang selama ini belum tergarap maksimal. Instruksi tersebut disampaikan saat membuka Grand Final Duta Pariwisata Banten 2026 di Gedung Serba Guna (GSG) Kecamatan Sindangjaya, Kabupaten Tangerang, Sabtu (2/5/2026).

Didampingi Kepala Dinas Pariwisata Ely Susiyanti, Dimyati menekankan pentingnya peran duta dalam menjawab tantangan pelestarian budaya. Pemerintah Provinsi Banten menargetkan promosi yang lebih masif melalui digitalisasi untuk menjangkau pasar nasional maupun internasional secara efektif.

Wagub Banten Soroti Potensi Wisata yang Belum Tereksplorasi

Dimyati menyatakan bahwa Banten memiliki kekayaan alam dan destinasi yang sangat beragam, namun sebagian besar masih minim publikasi. Hal ini menjadi pekerjaan rumah bagi para duta yang terpilih untuk memperkenalkan titik-titik wisata baru tersebut kepada publik.

“Banten ini kaya. Banyak potensi wisata yang belum tereksplorasi. Ini jadi tantangan kita bersama untuk menggali, mengenalkan, sekaligus mempromosikannya ke masyarakat luas,” kata Dimyati di hadapan para finalis.

Ia menilai, keterlibatan generasi muda sebagai duta daerah sangat strategis untuk mengubah wajah pariwisata Banten. Langkah ini diharapkan mampu mendongkrak ekonomi lokal melalui sektor pariwisata yang lebih kompetitif.

Strategi Promosi Digital Lewat Berbagai Platform Komunikasi

Dalam arahannya, Dimyati menegaskan bahwa peran duta pariwisata harus adaptif terhadap perkembangan teknologi. Pemanfaatan berbagai platform komunikasi menjadi kunci agar pesan mengenai keunggulan daerah bisa tersampaikan dengan cepat.

“Promosi bisa lewat media massa, media sosial, maupun forum resmi. Jadilah duta yang aktif menyampaikan potensi daerah,” ujarnya.

Penggunaan media sosial dianggap sebagai instrumen paling efektif untuk menjangkau wisatawan milenial dan Gen Z. Duta pariwisata diminta tidak hanya sekadar menjadi figur seremonial, tetapi juga menjadi pembuat konten kreatif yang informatif.

Syarat Utama Duta Pariwisata: Bahasa Asing dan Profesionalisme

Selain fokus pada promosi, Dimyati menyoroti pentingnya menjaga akar budaya lokal di tengah arus modernisasi. Pelestarian budaya dan pengembangan wisata harus berjalan beriringan agar identitas daerah tetap terjaga.

“Tantangan lainnya adalah menjaga dan melestarikan budaya kita,” ucapnya.

Untuk mendukung hal tersebut, Wagub menekankan pentingnya kemampuan komunikasi yang mumpuni. Para duta diwajibkan memiliki profesionalisme tinggi serta penguasaan bahasa asing agar mampu melayani wisatawan mancanegara dan merepresentasikan Banten di forum global.

Para pemenang ajang ini nantinya akan menjadi representasi resmi Tanah Jawara dalam berbagai agenda promosi kepariwisataan. Pemerintah Provinsi Banten berharap kolaborasi antara duta dan Dinas Pariwisata mampu meningkatkan angka kunjungan wisatawan secara signifikan pada tahun-tahun mendatang.

Reporter: Tino Pratama
Back to top