TANGERANG SELATAN — Acara Gebyar Tradisi Betawi Kota Tangerang Selatan dirancang untuk memperkuat rasa kebersamaan sekaligus menumbuhkan kecintaan warga terhadap tradisi lokal. Pengumuman resmi dilakukan Gubernur Andra Soni di Gedung Negara Provinsi Banten, Kota Serang, Selasa (6/5/2026).
Menurut Andra Soni, kebudayaan merupakan identitas sekaligus kekuatan bangsa yang harus terus dijaga dan dilestarikan. Tradisi Betawi sebagai salah satu warisan budaya Nusantara memiliki nilai historis, sosial, dan kearifan lokal yang sangat penting untuk dikenalkan kepada generasi muda.
Andra Soni melihat acara ini bukan sekadar hiburan, melainkan ruang edukasi. "Gebyar Tradisi Betawi ini menjadi ruang edukasi dan pelestarian budaya," ungkapnya saat meresmikan partisipasi Pemerintah Provinsi Banten dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Keberhasilan pelestarian tradisi, menurut Gubernur, tidak bisa diserahkan kepada satu pihak saja. Kolaborasi antara pemerintah, komunitas budaya, dan masyarakat menjadi kunci dalam menjaga keberlangsungan warisan leluhur tersebut. Dalam kesempatan itu, Andra Soni juga menyampaikan apresiasi kepada Lembaga Budaya Betawi Kota Tangerang Selatan dan seluruh pihak yang telah berkontribusi menyelenggarakan kegiatan tersebut.
Harapan Andra Soni adalah kehadiran masyarakat dalam gebyar ini tidak hanya memperkuat rasa kebersamaan, tetapi juga menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal sebagai bagian dari jati diri bangsa. Fokus pada generasi muda menjadi prioritas agar tradisi Betawi tidak hanya dikenal, tetapi juga dihayati sebagai bagian hidup mereka.
"Berakar di tradisi, berkembang di masa kini, dan menginspirasi generasi. Mari kita lestarikan warisan leluhur kita," pungkas Andra Soni, menutup ajakannya untuk aktif partisipasi dalam acara Gebyar Tradisi Betawi 2026 yang juga bagian dari Kalender of Event Kota Tangerang Selatan.