GTA 6 Telan Anggaran Rp31 Triliun, Take-Two Targetkan Kualitas Hiburan Tertinggi

Penulis: Alfin Murtado  •  Sabtu, 09 Mei 2026 | 13:47:01 WIB
GTA 6 menghabiskan anggaran sekitar Rp31 triliun dalam pengembangannya.

Proses pengembangan Grand Theft Auto VI (GTA 6) terus memicu diskusi hangat di kalangan industri, terutama terkait besarnya modal yang dikucurkan Rockstar Games. Dalam wawancara terbaru bersama Bloomberg, Strauss Zelnick selaku CEO Take-Two Interactive mengungkapkan bahwa biaya pengembangan gim kelas AAA terus meroket tanpa tanda-tanda penurunan.

Zelnick menyatakan bahwa ambisi untuk menyajikan hiburan berkualitas tinggi di Bumi memang memerlukan biaya yang sangat mahal. Meskipun teknologi kecerdasan buatan (AI) mulai diimplementasikan, Take-Two belum melihat dampak signifikan AI dalam menekan biaya produksi yang kian membengkak tersebut.

Investasi Fantastis di Balik Proyek Ambisius

Angka pasti anggaran GTA 6 memang belum diumumkan secara resmi, namun sejumlah analis industri memberikan estimasi yang cukup mencengangkan. Business Insider menyebutkan angka antara USD 1 miliar hingga USD 1,5 miliar sebagai batas bawah biaya produksi gim ini.

Di sisi lain, Josh Chapman dari firma modal ventura Konvoy memprediksi angka investasi yang lebih tinggi, yakni mencapai USD 2 miliar atau sekitar Rp31,7 triliun. Bahkan, jurnalis Dan Dawkins berargumen bahwa total biaya bisa menyentuh USD 3,4 miliar (sekitar Rp54 triliun) jika menghitung masa pra-produksi dan gaji karyawan Rockstar selama enam tahun terakhir.

"Ini adalah permainan dengan taruhan tinggi yang hanya diperuntukkan bagi pemain besar (big boys). Dan saya tidak keberatan dengan hal itu," ujar Zelnick menanggapi besarnya risiko finansial yang diambil perusahaan.

Fokus pada Konsol dan Penundaan Versi PC

Besarnya modal ini berbanding lurus dengan strategi rilis yang sangat hati-hati. Zelnick kembali menegaskan bahwa PlayStation dan Xbox tetap menjadi audiens utama bagi Rockstar Games. Hal ini menjelaskan mengapa GTA 6 akan rilis lebih dulu di konsol, sementara pemain PC harus menunggu lebih lama seperti pola rilis judul-judul sebelumnya.

Take-Two mengklaim tidak ingin terburu-buru menyatakan kesuksesan sebelum gim tersebut benar-benar mendarat di pasar. Strategi utama mereka adalah memberikan sumber daya manusia, kreatif, dan finansial yang tidak terbatas kepada tim pengembang demi mengejar hasil akhir yang sempurna.

Prediksi Pendapatan dan Balik Modal Kilat

Meski mengeluarkan biaya yang sanggup mendanai puluhan judul gim indie, Take-Two diprediksi tidak akan kesulitan meraih keuntungan. Firma Konvoy memperkirakan Take-Two sanggup mencapai titik impas (break even) hanya dalam waktu satu bulan setelah peluncuran resmi.

Lebih jauh lagi, GTA 6 diproyeksikan mampu meraup total pendapatan sebesar USD 7,6 miliar (sekitar Rp120 triliun) hanya dalam waktu 60 hari pertama. Angka ini belum termasuk pendapatan jangka panjang dari penjualan berkelanjutan dan potensi fitur daring yang biasanya menjadi mesin uang utama bagi seri Grand Theft Auto.

GTA 6 dijadwalkan meluncur pada musim gugur 2025 untuk platform PlayStation 5 dan Xbox Series X/S. Hingga saat ini, Rockstar Games belum memberikan jendela rilis spesifik untuk versi PC, yang diperkirakan baru akan hadir setidaknya satu tahun setelah versi konsol rilis.

Reporter: Alfin Murtado
Sumber: pcgamer.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top