TANGERANG — Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam menjaga kerukunan umat beragama saat mengunjungi Gereja Katolik Santa Odilia, Paroki Citra Raya. Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka monitoring misa sekaligus merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Imamat ke-30 Romo Felix dan Romo Richard pada Sabtu malam.
Dalam kesempatan tersebut, Maesyal menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Tangerang tidak pernah membeda-bedakan perlakuan terhadap kelompok agama mana pun. Ia menekankan bahwa wilayahnya merupakan daerah yang menjunjung tinggi toleransi dan keharmonisan antarwarga.
Maesyal secara terbuka meluruskan kabar yang menyebut pemerintah daerah tidak memberikan perhatian pada kegiatan ibadah agama tertentu. Menurutnya, kehadiran pejabat publik dalam acara keagamaan adalah bentuk jaminan keamanan dan ketertiban bagi masyarakat.
“Jika ada isu bahwa pemerintah daerah diam terhadap kegiatan ibadah, itu tidak benar. Kami harus menjamin kegiatan apa pun di tengah masyarakat dapat berjalan aman, lancar, dan tertib,” tegas Maesyal.
Ia menambahkan bahwa kehadirannya dalam berbagai hari besar keagamaan, termasuk rencana menghadiri kegiatan umat Hindu pada bulan Juli mendatang, merupakan bukti nyata kehadiran pemerintah di tengah-tengah masyarakat Kabupaten Tangerang.
Selain urusan pelayanan ibadah, Bupati juga menyoroti peran aktif Romo Felix dan Romo Richard yang telah mengabdi selama tiga dekade. Ia menilai kedua tokoh agama tersebut memiliki dedikasi yang luas, tidak hanya bagi jemaat tetapi juga bagi lingkungan sekitar.
Maesyal menyebut para Romo sebagai figur multifungsi yang aktif dalam kegiatan sosial, seperti menanam pohon, budidaya sayuran, hingga sektor peternakan. Hal ini dinilai sebagai kontribusi nyata dalam menjaga ekosistem dan ketahanan pangan lokal.
“Figur para Romo ini sulit digantikan dan menjadi contoh bagi kita semua karena dedikasinya yang tidak pernah terlihat lelah,” ucapnya di hadapan para jemaat yang hadir.
Di akhir kunjungannya, Bupati Maesyal mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat kebersamaan. Ia berharap keharmonisan yang sudah terjalin di Kabupaten Tangerang dapat terus dipertahankan demi mendukung kelancaran pembangunan daerah.
Pihaknya meminta warga untuk selalu mengedepankan nilai-nilai luhur Pancasila dalam kehidupan sehari-hari agar hubungan antarmanusia tetap terjaga dengan damai.
”Yuk kita pelihara kerukunan itu, dan kita jaga serta abadikan kebersamaan ini agar hubungan antarmanusia dan antaragama tetap harmonis di wilayah Kabupaten Tangerang,” tutup Maesyal.