SERANG — Seleksi berlangsung di Aula SMPN 1 Kramatwatu, dihadiri Wakil Bupati Muhammad Najib Hamas, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aber Nurhadi, serta jajaran pejabat dan pengurus PGRI Kabupaten Serang. Momentum ini juga menunjukkan upaya Pemkab Serang dalam mengembangkan bakat siswa secara terstruktur dan berkelanjutan.
Dari total 2.727 peserta, OSN mengambil porsi terbesar dengan 1.333 siswa yang bersaing di bidang Matematika, Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). O2SN diikuti 864 peserta dengan cabang renang, atletik, pencak silat, panjat tebing, bulu tangkis, basket, bola voli, futsal, dan karate putra-putri. Sementara FLS3N hadirkan 530 peserta dalam cabang seni meliputi ilustrasi, menyanyi solo, mendongeng, menulis cerita, pantomim, ansambel musik, tari kreasi, kreativitas musik tradisional, marawis, dan desain batik.
Menurut Aber Nurhadi, antusiasme peserta tahun ini sangat tinggi. "Kegiatan ini menjadi sarana membangun kebersamaan, toleransi, serta penguatan karakter siswa melalui kompetisi yang sehat," katanya.
Seluruh peserta merupakan hasil seleksi tingkat rayon sebelumnya. Meski membawa nama sekolah asal mereka, para peserta sejatinya mewakili rayon masing-masing dalam ajang kabupaten ini. Sistem bertingkat ini dirancang untuk memastikan bahwa setiap calon wakil telah melalui proses penyaringan ketat sebelum naik ke level yang lebih tinggi.
Para juara di tingkat Kabupaten Serang akan menjadi wakil resmi dalam kompetisi Provinsi Banten. Sistem ini memungkinkan setiap rayon mendapat kesempatan adil untuk menyumbang pemain terbaik mereka ke panggung provinsi.
Wakil Bupati Najib Hamas menekankan bahwa komitmen Pemkab bukan sekadar mengikuti ajang, melainkan meraih prestasi terbaik. "Target kita bukan sekadar ikut lomba, tetapi mampu meraih prestasi terbaik di tingkat Provinsi Banten," ujarnya saat meninjau pertandingan bola voli di lokasi seleksi.
Najib menilai setiap sekolah memiliki keunggulan tersendiri baik di bidang akademik, olahraga, maupun seni budaya yang harus dikembangkan melalui pembinaan konsisten. Lebih dari sekadar mengasah kemampuan intelektual, OSN, O2SN, dan FLS3N dinilai turut membangun karakter, kreativitas, sportivitas, serta memperkuat nilai kebinekaan dan toleransi di kalangan pelajar.
Wakil Bupati juga mengingatkan pelatih, pembina, dan dewan juri untuk menjalankan tugas sesuai petunjuk teknis yang telah ditetapkan panitia, guna memastikan seleksi berjalan fair dan kredibel.