Bupati Tangerang Apresiasi Umat Buddha Tanam Mangrove di Pesisir Ketapang Mauk Peringati Waisak 2026

Penulis: Yoga Permadi  •  Kamis, 14 Mei 2026 | 23:46:01 WIB
Bupati Tangerang Maesyal Rasyid menghadiri penanaman mangrove oleh umat Buddha di pesisir Ketapang.

TANGERANG — Bupati Kabupaten Tangerang Maesyal Rasyid menghadiri langsung kegiatan penanaman pohon mangrove di Balai Konservasi Desa Ketapang, Kecamatan Mauk, Kamis (14/5/2026). Kegiatan itu digelar umat Buddha untuk memperingati Hari Tri Suci Waisak 2570 TB/2026.

Maesyal menyampaikan apresiasi atas inisiatif komunitas Buddha yang memilih aksi lingkungan sebagai bagian dari perayaan keagamaan. Menurutnya, langkah itu menjadi simbol kolaborasi nyata antara pemerintah daerah, tokoh agama, dan masyarakat dalam menjaga ekosistem pesisir.

Manfaat Mangrove bagi Pesisir Tangerang

Dalam sambutannya, Bupati Maesyal menjelaskan bahwa keberadaan pohon mangrove memiliki dampak ekologis dan ekonomis. Selain mencegah abrasi dan menjaga ekosistem pesisir, mangrove juga bisa memberikan nilai tambah bagi warga jika dikelola secara kreatif dan berkelanjutan.

“Menanam mangrove ini memang bagian daripada kepedulian umat Buddha untuk terus meningkatkan atensi dan kepedulian terhadap lingkungan, baik di desa, kecamatan, maupun wilayah lainnya,” ujar Maesyal di lokasi acara.

Waisak Jadi Momentum Lintas Agama

Kegiatan itu dihadiri oleh sejumlah pejabat daerah, termasuk para kepala dinas, camat, serta Bhante dari Cilacap. Bupati menegaskan bahwa momen Waisak tahun ini menjadi penguat sinergi multikultural di Kabupaten Tangerang yang dikenal sebagai daerah dengan tingkat toleransi tinggi.

“Kami atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang dan masyarakat mengucapkan terima kasih kepada umat Buddha dan para Bhante yang telah hadir di Desa Ketapang dan memberikan kontribusi terbaik untuk lingkungan,” pungkas Maesyal.

Harapan untuk Ekosistem yang Lebih Hijau

Bhante Abdi Seno selaku panitia kegiatan menyampaikan bahwa peringatan Waisak tahun ini menjadi momentum memperkuat kepedulian umat Buddha terhadap lingkungan sekaligus mempererat kebersamaan lintas agama.

“Peringatan Waisak tahun ini menjadi momentum bagi kami umat Buddha untuk terus memperkuat sinergi multikultural dan kepedulian terhadap lingkungan,” ujarnya.

Bupati Maesyal berharap bibit mangrove yang ditanam dapat tumbuh besar dan memberi manfaat jangka panjang bagi warga pesisir Ketapang. “Mudah-mudahan pohon mangrove itu ke depan akan besar dan manfaatnya sangat banyak sekali,” jelasnya.

Reporter: Yoga Permadi
Sumber: kabar6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top