BANTEN — Honda tengah menghadapi periode sulit di pasar otomotif China yang memaksa mereka melakukan restrukturisasi besar-besaran terhadap fasilitas manufaktur. Berdasarkan laporan terbaru, pabrikan berlogo 'H' ini menjadwalkan penghentian operasional pabrik GAC Honda di Huangpu, Guangzhou, pada Juni 2026 mendatang. Langkah efisiensi ini akan berlanjut dengan rencana penutupan pabrik Dongfeng Honda di Wuhan pada 2027.
Penutupan sejumlah fasilitas tersebut secara otomatis memangkas kapasitas produksi mobil bermesin konvensional (ICE) Honda di Negeri Tirai Bambu secara signifikan. Dari yang semula mampu memproduksi 1,2 juta unit per tahun, kini kapasitasnya diciutkan menjadi hanya 720 ribu unit per tahun. Strategi ini diambil untuk menyeimbangkan neraca perusahaan di tengah penetrasi kendaraan listrik yang kian masif.
Dampak langsung dari penurunan performa pasar ini terlihat jelas di level retail, di mana sejumlah model mulai menghilang dari kanal promosi resmi. Honda ZR-V, SUV yang baru meluncur pada 2022, kini dilaporkan masuk fase pembersihan stok dengan potongan harga yang sangat tajam. Unit yang tersisa di dealer kini dibanderol sekitar 84.800 yuan (sekitar Rp186 juta), turun drastis dari harga peluncuran awal yang mencapai 210.000 yuan (sekitar Rp462 juta).
Kondisi serupa dialami oleh Honda Fit dan kembarannya, Honda LIFE. Dealer resmi Honda di China dilaporkan telah menutup keran pemesanan baru untuk hatchback populer tersebut sejak awal 2026. Saat ini, jaringan penjualan hanya fokus menghabiskan unit yang tersedia di gudang tanpa ada kepastian mengenai kelanjutan produksi model tersebut di masa depan.
Sedan hybrid Accord e:PHEV juga tidak luput dari tekanan pasar. Meskipun belum ada pengumuman resmi mengenai penghentian produksi secara total, Honda telah mulai mengurangi volume produksi sedan ini. Sejak awal tahun, Accord e:PHEV telah masuk dalam daftar clearance sale dengan dukungan diskon besar guna menarik minat konsumen yang mulai beralih ke merek domestik.
Keputusan pahit untuk menyuntik mati beberapa model dan menutup pabrik didasari oleh data penjualan yang terus memburuk. Sepanjang April 2026, Honda hanya mencatatkan penjualan sebanyak 22.595 unit di seluruh China. Angka ini menunjukkan penurunan tajam sebesar 48,3 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Jika ditarik lebih jauh secara kumulatif dari Januari hingga April 2026, Honda hanya mampu melepas 145.065 unit kendaraan. Performa ini mencerminkan penurunan sebesar 28 persen secara year-on-year. Tekanan ini kian diperparah oleh agresivitas merek lokal seperti BYD, Geely, Chery, hingga pendatang baru Xiaomi yang menguasai segmen mobil listrik (EV) dan Plug-in Hybrid (PHEV).
Langkah restrukturisasi ini menjadi sinyal kuat bahwa pabrikan Jepang harus segera merombak portofolio produk mereka jika ingin tetap relevan di China. Tanpa percepatan transisi ke teknologi elektrifikasi yang kompetitif, ruang gerak mobil bermesin bensin akan semakin terjepit oleh regulasi dan preferensi konsumen lokal yang berubah sangat cepat.