JAKARTA — Tekanan jual masih mendominasi pasar keuangan Indonesia mengawali pekan ini. Berdasarkan data perdagangan, IHSG langsung dibuka di zona merah dan terus melemah hingga ke level 6.584,762. Pada sesi preopening, indeks sempat turun 94,344 poin (1,40 persen) ke posisi 6.628,976, menandakan sentimen negatif sudah terbentuk sejak awal.
Di pasar valuta asing, tekanan terhadap rupiah juga belum mereda. Mengutip data Bloomberg pada pukul 09.00 WIB, kurs rupiah terhadap dolar AS berada di angka Rp 17.630. Mata uang Garuda melemah 33,00 poin atau 0,19 persen dibandingkan perdagangan sebelumnya. Pelemahan ini memperpanjang tren negatif rupiah yang sudah berlangsung dalam beberapa pekan terakhir.
Pelemahan IHSG dan rupiah terjadi sejalan dengan koreksi di mayoritas bursa kawasan Asia. Indeks Nikkei 225 di Jepang turun 1,02 persen, Hang Seng di Hong Kong melemah 1,06 persen, dan Straits Times di Singapura terkoreksi 0,32 persen. Satu-satunya indeks yang mencatatkan penguatan adalah SSE Composite di China, yang naik tipis 0,06 persen ke level 4.137,790.
Berikut pergerakan bursa Asia pagi ini secara lengkap:
Meskipun bahan berita tidak menyebutkan faktor pemicu secara eksplisit, koreksi tajam di awal pekan ini mengindikasikan masih kuatnya arus keluar modal asing dari pasar keuangan Indonesia. Pelemahan rupiah yang konsisten di atas Rp 17.600 per dolar AS turut menekan kepercayaan investor. Pelaku pasar kini menanti langkah Bank Indonesia dan pemerintah untuk menstabilkan nilai tukar serta menjaga momentum pemulihan ekonomi nasional.