TANGERANG SELATAN — Wali Kota Benyamin Davnie meminta kepengurusan baru Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Tangerang Selatan tidak berjalan sendiri. Ia menekankan perlunya kolaborasi lintas sektor dalam rapat kerja yang digelar di Serpong Utara, Senin (18/5/2026).
“Tantangan ekonomi Kota Tangerang Selatan tidak bisa diselesaikan oleh satu pihak saja,” ujarnya di hadapan pengurus Kadin masa bakti 2025-2030.
Benyamin membeberkan data yang menjadi kekhawatiran. Angka 5,4 persen pada 2025 lebih rendah dari capaian nasional maupun provinsi. Ia menyebut sejumlah sektor utama penopang ekonomi daerah mulai tergerus.
Di sisi lain, daya beli kelas menengah terus menurun. Lapangan kerja formal juga dinilai belum tumbuh cukup cepat untuk menyerap angkatan kerja baru. Kondisi ini, kata Benyamin, membutuhkan respons kolektif.
Wali Kota mendorong Kadin untuk ikut menggeser orientasi ekonomi daerah. Ketergantungan pada sektor lama harus dikurangi. Sebagai gantinya, penguatan sektor berbasis karakter perkotaan menjadi fokus utama.
Ekonomi kreatif, wisata belanja, kuliner, dan pariwisata disebut sebagai sektor potensial yang perlu digenjot. Benyamin juga menyoroti pentingnya sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai fondasi ekonomi warga.
“Kami berharap Kadin ikut tumbuh mendorong formalisasi dan penguatan usaha. Karena UMKM yang tumbuh sehat adalah penyedia lapangan kerja formal yang paling realistis bagi warga Kota Tangerang Selatan,” pungkasnya.
Benyamin berharap kepengurusan baru Kadin Tangsel mampu menjadi jembatan aktif antara kebijakan pemerintah dan kebutuhan pelaku usaha di lapangan. Sinergi ini, menurutnya, tidak bisa hanya bersifat seremonial.
Ia mengajak seluruh elemen—dunia usaha, kampus, komunitas, media, dan masyarakat—untuk duduk bersama merumuskan solusi. Sebab, perlambatan ekonomi tidak akan selesai hanya dengan kebijakan dari atas.