Kualitas Udara Tangerang Selatan Terburuk Se-Indonesia Pagi Ini, Indeks AQI Capai 193 di Kategori Tidak Sehat

Penulis: Alfin Murtado  •  Rabu, 20 Mei 2026 | 12:33:19 WIB
Indeks AQI Tangerang Selatan pagi ini mencapai 193, masuk kategori tidak sehat.

TANGERANG SELATAN — Polusi udara di Tangerang Selatan kembali memuncak pada Rabu pagi, menempatkannya sebagai wilayah dengan kualitas udara terburuk di Indonesia. Berdasarkan pantauan situs IQAir pukul 07.20 WIB, Indeks Kualitas Udara (AQI) di kota tersebut mencapai 193, masuk dalam kategori tidak sehat.

Angka itu lebih tinggi dibandingkan Tangerang yang berada di posisi kedua dengan AQI 171, disusul Bandung (167), Jakarta (157), dan Badung, Bali (112) yang masuk kategori tidak sehat bagi kelompok sensitif. Sementara itu, Kota Pekanbaru di Riau mencatat kualitas udara paling bersih pagi ini dengan AQI 50.

Kelompok Rentan Paling Berisiko Terpapar Polutan

Dalam kategori tidak sehat, masyarakat umum terutama kelompok sensitif seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit jantung dan paru dinilai paling rentan mengalami efek kesehatan. “Ketika kualitas udara dikategorikan tidak sehat, masyarakat umum, terutama kelompok yang sensitif, mungkin mulai mengalami efek kesehatan,” demikian penjelasan IQAir.

IQAir menyarankan warga mengurangi aktivitas di luar ruangan selama kondisi ini berlangsung. Imbauan serupa juga beberapa kali disampaikan BMKG, terutama bagi mereka yang berada di lokasi dengan tingkat pencemaran tinggi untuk menggunakan masker.

Jakarta Masuk Daftar Kota Besar dengan Polusi Terburuk Global

Di tingkat global, Jakarta tercatat sebagai satu-satunya kota di Indonesia yang masuk jajaran kota besar dengan kualitas udara terburuk. Ibu kota menempati peringkat keenam dengan AQI 157, setara dengan Delhi, India. Posisi terburuk dunia ditempati Riyadh, Arab Saudi dengan AQI 264 atau kategori sangat tidak sehat, disusul Lahore, Pakistan (201), dan Kuwait City, Kuwait (190).

Berbanding terbalik, Auckland di Selandia Baru mencatat kualitas udara terbaik dunia pagi ini dengan AQI 9, disusul Milan, Italia (11) dan Lisbon, Portugal (13).

Enam Polutan Utama Jadi Acuan Indeks AQI

Indeks AQI dihitung berdasarkan konsentrasi enam polutan utama, yaitu PM2.5, PM10, karbon monoksida, sulfur dioksida, nitrogen dioksida, dan ozon permukaan tanah. Angka keseluruhan pada waktu tertentu ditentukan oleh polutan paling berisiko dengan skor AQI tertinggi.

Skala AQI berkisar dari 0 hingga 500 dengan enam kategori: baik (0-50), sedang (51-100), tidak sehat bagi kelompok sensitif (101-150), tidak sehat (151-200), sangat tidak sehat (201-299), dan berbahaya (300-500). Pada kategori sangat tidak sehat, risiko kesehatan dapat meluas ke sejumlah segmen populasi, sementara kategori berbahaya berpotensi menyebabkan dampak serius pada seluruh populasi manusia.

Reporter: Alfin Murtado
Sumber: katadata.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top