TANGERANG — Naluri bisnis Erza Devarindra Setiawan tidak pernah berhenti. Setelah sukses dengan rumah makan Nyambel Banget, ia kini melebarkan sayap dengan membuka kedai Hayam Geprek dan Es Teler Wareg. Lokasinya persis di teras depan rumah makannya di Jalan Raya Serang, Jatake, Kota Tangerang.
Ide ini lahir dari pengamatan Erza terhadap kondisi lalu lintas yang kian padat. “Sekarang kan sudah macet. Saya kepikiran kenapa enggak sekalian buka di luar, jual camilan seperti es teler,” katanya di Kota Tangerang, Kamis (21/5/2026).
Kedai luar ini sengaja dirancang sebagai etalase hidup. Banyak pengendara yang melintas, melihat dari luar, lalu tertarik mampir. Erza mengakui, tampilan rumah makan yang tertutup seringkali membuat orang ragu karena dikira mahal.
“Orang-orang sini kadang ngira makan di dalam mahal karena lihat tempatnya. Padahal makanannya terjangkau. Jadi kami buat yang di luar supaya orang tertarik dulu,” ujar Erza.
Dari sekian menu yang ditawarkan, Es Teler Wareg menjadi bintang utama. Varian kemasan teko seharga Rp25 ribu menjadi incaran pelanggan. Bagi yang ingin lebih hemat, tersedia juga ukuran cup kecil Rp5 ribu, sedang Rp8 ribu, hingga cup besar Rp10 ribu.
Tidak hanya minuman, kedai ini juga menjual aneka makanan praktis seperti ayam geprek, rice bowl, nasi bento, spaghetti, hingga kue untuk sarapan. Mayoritas pembeli adalah pekerja kantoran dan pelajar dari SD hingga SMA di sekitar lokasi. “Yang beli kebanyakan pekerja sama anak sekolah sekitar sini juga,” kata Erza.
Untuk memperluas pasar, seluruh lini usaha Erza kini sudah tersedia di layanan pesan antar online. “Yang ini juga sudah masuk GoFood,” pungkasnya.
Kehadiran Hayam Geprek dan Es Teler Wareg diharapkan menjadi contoh bagaimana anak muda membaca peluang di tengah persaingan industri kuliner yang ketat. Strategi sederhana—memanfaatkan kemacetan dan menyajikan harga terjangkau—terbukti ampuh menarik perhatian konsumen di Kota Tangerang.