BANTEN — Kepastian turun kasta didapat West Ham setelah hasil-hasil di pekan terakhir Premier League tak berpihak. Mereka butuh kemenangan dan berharap Everton menang di Tottenham, namun skenario itu gagal terwujud. Alhasil, petualangan The Hammers di kasta tertinggi Inggris untuk sementara berakhir.
Dari sisi keuangan, degradasi ini menjadi pukulan telak. Klub mencatat kerugian sebesar £104 juta dalam laporan keuangan hingga 31 Mei 2025, dan sumber internal menyebut angka kerugian tahun ini bisa lebih besar lagi. Pendapatan klub diprediksi ambruk 50-60 persen dari £227,6 juta musim lalu.
Satu-satunya kabar positif datang dari pengurangan biaya sewa Stadion London. Wali Kota London, Sadiq Khan, memperkirakan penghematan mencapai £2,5 juta per tahun. Namun, angka itu tak seberapa dibandingkan total kerugian yang harus ditanggung.
Meski begitu, EFL akan menerapkan Squad Cost Rules mulai musim 2026-27, yang membatasi belanja klub maksimal 85 persen dari pendapatan. Berkat hak siar dan basis suporter besar, pendapatan West Ham di Championship diprediksi masih jauh di atas rata-rata klub lain, bahkan mungkin tertinggi sepanjang sejarah divisi kedua Inggris.
Nuno Espirito Santo masih terikat kontrak tiga tahun sejak menggantikan Graham Potter pada September lalu. Awalnya berat — hanya dua kemenangan dari 15 laga — namun sempat bangkit dengan hanya tiga kekalahan dalam 13 pertandingan berikutnya. Sayang, ambruk di akhir musim membuatnya berada di ujung tanduk.
Pihak klub menginginkan stabilitas dan lebih mempertahankan Nuno. Namun, pelatih asal Portugal itu enggan berkomitmen. "Belum ada satu pun dari kami yang punya waktu memikirkan masa depan individu," ujarnya usai laga terakhir. "Semua fokus pada tim. Soal masa depan, kami harus melewati momen buruk ini dulu."
Pengalaman Nuno membawa Wolves promosi dari Championship pada 2018 bisa jadi pertimbangan. Tapi, apakah ia mau mengulanginya? Itu pertanyaan besar.
Kapten Jarrod Bowen menjadi aset paling berharga di skuad West Ham saat ini. Dengan turunnya kasta, klub terancam kehilangan pemain bintangnya. Laporan keuangan klub secara gamblang menyebut "pelepasan pemain lebih lanjut" sebagai langkah mitigasi utama untuk menghasilkan pendapatan transfer dan menghemat gaji.
Di belakang layar, struktur kepemilikan juga berubah. David Sullivan kini berbagi kuasa dengan Daniel Kretinsky yang terus menambah saham, sementara kursi wakil ketua ditinggalkan Karren Brady sejak April. Situasi ini menambah ketidakpastian di ruang ganti dan ruang rapat.
Sullivan bukan orang baru dalam urusan bangkit dari degradasi. Saat di Birmingham, ia dua kali promosi kembali (2007 dan 2009) dengan mempertahankan pelatih yang terdegradasi. Bersama West Ham, ia memecat pelatih dan mendatangkan Sam Allardyce yang sukses promosi lewat play-off 2012.
Kini, pilihan serupa ada di tangannya: percaya pada Nuno atau mulai dari nol lagi dengan pelatih baru. Satu hal yang pasti, musim panas ini akan menjadi yang paling sibuk bagi West Ham dalam satu dekade terakhir.