2.700 Siswa SMK se-Indonesia Ikuti PNM Mengajar, Bekal Mental Wirausaha Ditanamkan di Tangerang

Penulis: Zainul Arifin  •  Senin, 25 Mei 2026 | 08:43:01 WIB
siswa SMK dari seluruh Indonesia mengikuti program PNM Mengajar di Tangerang.

TANGERANG — Sebanyak 2.700 siswa Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dari berbagai daerah di Indonesia mendapatkan materi kewirausahaan, literasi kesehatan mental, dan kesadaran keberlanjutan melalui program PNM Mengajar. Kegiatan ini merupakan rangkaian peringatan HUT ke-27 PT Permodalan Nasional Madani (PNM).

Salah satu lokasi pelaksanaan adalah SMK Ki Hajar Dewantoro di Kecamatan Pinang, Kota Tangerang, pada Kamis (21/5). Para siswa tidak hanya mendengar teori, tetapi juga diajak memahami bagaimana dunia entrepreneurship berkembang di era digital.

Mengapa Siswa SMK Butuh Intervensi Langsung dari Dunia Usaha?

Kepala SMK Ki Hajar Dewantoro, Liza Puspita Sari, menilai program ini menjadi jembatan penting bagi siswanya. Ia menyebut bahwa banyak siswa SMK menghadapi tantangan adaptasi terhadap perubahan teknologi dan tuntutan soft skill yang kerap tidak tercakup dalam pelajaran teknis di kelas.

“Kalian harus memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik-baiknya. Materi yang diberikan merupakan bekal yang sangat berharga untuk menambah wawasan dan pengetahuan,” ujar Liza di hadapan para siswa, Kamis lalu.

Bukan Sekadar Motivasi, Ada Tiga Pilar Materi

Pekan Nasional Mengajar yang bertajuk “Berkelana: Belajar Kewirausahaan, Literasi Kesehatan & Dampak Keberlanjutan” tidak berhenti pada sesi inspirasi. Tiga pilar utama yang disampaikan meliputi:

  • Pola pikir kewirausahaan di era digital — mendorong siswa melihat peluang usaha dari teknologi.
  • Literasi kesehatan mental — membekali siswa menghadapi tekanan dunia kerja sejak dini.
  • Kesadaran terhadap isu keberlanjutan — menanamkan tanggung jawab sosial dan lingkungan dalam berbisnis.

Kesenjangan Akses Wawasan Industri Jadi Alasan Utama

Menurut catatan PNM, tidak semua siswa SMK memiliki akses yang sama terhadap wawasan industri dan pengalaman praktis. Kesenjangan ini, terutama dirasakan oleh siswa di daerah, menciptakan jarak antara apa yang dipelajari di sekolah dengan realitas dunia kerja.

Program ini menjadi salah satu bentuk intervensi untuk mengatasi hal tersebut. PNM menerjunkan perwakilan terbaiknya untuk berbagi pengalaman langsung kepada ribuan siswa di seluruh Indonesia.

Kolaborasi Sekolah dan Perusahaan Semakin Strategis

Liza menambahkan bahwa kolaborasi antara institusi pendidikan dan perusahaan seperti PNM menjadi semakin krusial. “Serap setiap ilmu yang disampaikan, lalu terapkan dalam kehidupan maupun untuk persiapan di dunia kerja ke depannya,” pesannya.

Ke depan, tantangan lulusan SMK bukan lagi sekadar mencari pekerjaan, melainkan bagaimana mereka mampu beradaptasi dan terus berkembang di tengah perubahan zaman. Inisiatif seperti PNM Mengajar diharapkan dapat menjadi model bagi perusahaan lain untuk turut serta menyiapkan generasi muda yang tangguh secara mental dan keterampilan.

Reporter: Zainul Arifin
Sumber: lensabanten.co.id This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top