CILEGON — Kursi pimpinan DPD Partai Golkar Kota Cilegon kembali bergulir. Ratu Amalia Hayani, anggota DPRD Provinsi Banten dari Fraksi Partai Golkar, ditetapkan sebagai Plt Ketua menggantikan Ratu Ati Marliati yang mengundurkan diri.
Pengunduran diri Ratu Ati terjadi dalam proses pencalonannya sebagai Komisaris Independen PT PCM. Mekanisme pergantian langsung direspons dengan rapat pleno pengurus partai pada akhir pekan lalu.
Ratu Amalia menegaskan bahwa proses penetapan dirinya telah sesuai dengan aturan internal partai. Rapat pleno dihadiri oleh pengurus yang memiliki hak suara untuk menentukan hasil musyawarah.
"Hasil rapat pleno ini sesuai dengan mekanisme, dihadiri oleh pengurus yang memiliki suara untuk menentukan hasil pleno hari ini," ujarnya melalui keterangan tertulis pada Senin, 25 Mei 2026.
Ia memastikan seluruh program partai yang telah dirancang sebelumnya tidak akan berhenti. Roda organisasi tetap berjalan normal di bawah kepemimpinannya.
Dalam waktu dekat, Partai Golkar Kota Cilegon memiliki sejumlah agenda penting. Momentum Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah menjadi fokus pertama yang akan dijalankan.
"Saat ini agenda Partai Golkar cukup padat mengingat momentum yang berdekatan dengan Idul Adha. Partai Golkar Kota Cilegon hadir untuk masyarakat dengan mengadakan pemotongan hewan qurban dari Partai Golkar untuk masyarakat setempat," tuturnya.
Kegiatan pemotongan hewan kurban ini menjadi salah satu cara partai untuk tetap hadir dan dekat dengan warga Cilegon.
Ratu Amalia menjelaskan, masa tugas Plt ketua partai umumnya berlangsung hingga enam bulan. Namun, kepastian tersebut masih menunggu surat keputusan (SK) resmi dari DPD I Partai Golkar Provinsi Banten.
"Plt biasanya sampai enam bulan. Nanti dilihat dari SK Plt yang akan dikeluarkan oleh DPD I Partai Golkar Provinsi Banten itu berapa lama, paling lama biasanya enam bulan," pungkasnya.
Ia menambahkan, selama masa transisi ini, dirinya akan fokus melanjutkan program-program yang sudah berjalan sebelumnya dari Ratu Ati Marliati.