Pemkot Tangerang Luncurkan Aplikasi CISADANE untuk Pusatkan Data Pendidikan Inklusif, Permudah Layanan Siswa Berkebutuhan Khusus

Penulis: Zainul Arifin  •  Senin, 25 Mei 2026 | 23:10:01 WIB
Peluncuran aplikasi CISADANE oleh Pemkot Tangerang untuk integrasi data pendidikan inklusif.

TANGERANG — Pemerintah Kota Tangerang meresmikan aplikasi CISADANE, sebuah sistem informasi terpusat yang dirancang untuk mengintegrasikan data dan layanan pendidikan inklusif bagi anak berkebutuhan khusus. Peluncuran dilakukan bersamaan dengan kegiatan O2SN dan FLS3N di Stadion Benteng Reborn, Senin (25/5).

Memusatkan Data yang Terserak

Selama ini, data peserta didik berkebutuhan khusus di Kota Tangerang tercatat secara parsial di masing-masing sekolah. Akibatnya, koordinasi antara satuan pendidikan, pemerintah daerah, dan orang tua kerap terhambat.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang, Wahyudi Iskandar, menjelaskan bahwa CISADANE tidak sekadar menjadi gudang data. "Bukan hanya pendataan anak berkebutuhan khusus, tetapi juga menghadirkan layanan konseling dan pendampingan," ujarnya.

Tiga Fungsi Utama Aplikasi

Wahyudi merinci, sistem ini mengemban tiga fungsi pokok. Pertama, sebagai media administrasi dan pendataan yang terstandar. Kedua, sebagai alat monitoring layanan pendidikan inklusif di setiap sekolah. Ketiga, sebagai jembatan komunikasi antara sekolah, dinas, dan orang tua siswa.

Dengan sistem terpusat, pemantauan perkembangan siswa dan efektivitas program inklusif bisa dilakukan secara real-time oleh pemkot.

Koneksi Orang Tua dan Sekolah

Wali Kota Tangerang, Sachrudin, menekankan bahwa platform digital ini bertujuan mempermudah seluruh proses layanan. "Ini untuk memudahkan proses layanan pendidikan, termasuk memperkuat komunikasi antara sekolah, pemerintah dan orang tua," tuturnya.

Lewat CISADANE, orang tua dapat mengakses informasi terkait perkembangan anak, jadwal konseling, hingga rekomendasi pendampingan tanpa harus datang ke sekolah atau dinas.

Bersamaan dengan Aplikasi PAUD

Pada momen yang sama, Pemkot Tangerang juga meluncurkan aplikasi SIP PAUD PNF. Aplikasi ini difokuskan untuk pengawasan dan pendampingan layanan pendidikan anak usia dini (PAUD) dan pendidikan nonformal (PNF) di wilayah kota.

Langkah ini menunjukkan upaya pemerintah daerah dalam memperbaiki integrasi data pendidikan secara menyeluruh, dari jenjang PAUD hingga sekolah inklusif. Kedua aplikasi diharapkan mulai diimplementasikan secara penuh oleh seluruh satuan pendidikan dalam waktu dekat.

Reporter: Zainul Arifin
Sumber: palapanews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top