SUKABUMI — Jalan provinsi yang menghubungkan Sukabumi dan Banten di Kampung Pasir Talaga kembali terbelah. Aspal di lokasi tampak retak dan sebagian badan jalan ambles setelah kawasan Cisolok diguyur hujan deras.
Kapolsek Cisolok AKP Bayu Saeful Bahari mengatakan, longsor terjadi sekitar pukul 05.00 WIB. Curah hujan tinggi disebut menjadi pemicu utama amblesnya jalan yang baru saja diperbaiki tersebut.
"Jalan ambles diakibatkan curah hujan tinggi di wilayah Desa Cicadas yang terjadi longsor, mengakibatkan setengah bagian jalan provinsi ambles," ujar Bayu saat dikonfirmasi, Selasa (26/5/2026).
Ruas jalan ini sebelumnya pernah mengalami kerusakan serupa. Perbaikan besar-besaran baru tuntas pada Februari 2026. Namun, kondisi cuaca ekstrem kembali membuat infrastruktur tersebut tak bertahan lama.
Meski setengah badan jalan ambles, arus lalu lintas di lokasi belum lumpuh total. Kendaraan roda dua dan empat masih bisa melintas dengan hati-hati. Pengendara diminta waspada karena sebagian badan jalan mengalami penurunan dan aspal terbelah.
"Longsor tersebut diduga dikarenakan curah hujan yang sangat tinggi di wilayah Kecamatan Cisolok. Dalam kejadian bencana alam tanah longsor tidak menimbulkan korban jiwa atau rumah yang terdampak dan ruas jalan sebagian bisa dilalui oleh kendaraan," kata Bayu.
Personel Polsek Cisolok masih berada di lokasi untuk memantau kondisi lalu lintas dan mengantisipasi potensi longsor susulan. Hingga berita ini diturunkan, belum ada pengalihan arus lalu lintas yang diberlakukan.
Bayu memastikan tidak ada rumah warga yang terdampak dalam peristiwa ini. Pihaknya mengimbau masyarakat tetap waspada saat melintas, terutama jika hujan deras kembali mengguyur kawasan tersebut.
Kejadian ini menjadi catatan penting bagi pemerintah provinsi untuk mengevaluasi kualitas konstruksi dan sistem drainase di titik rawan longsor seperti Kampung Pasir Talaga. Perbaikan yang hanya bertahan tiga bulan menimbulkan pertanyaan serius tentang ketahanan infrastruktur di wilayah rawan bencana.