TANGERANG — Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Tangerang, Banten, mengeluarkan imbauan tegas kepada masyarakat menjelang perayaan Idul Adha. Fokus utama imbauan ini adalah standar keamanan pangan dalam pemilihan daging kurban guna mengantisipasi penyebaran penyakit.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Masyarakat Veteriner pada DPKP Kabupaten Tangerang, Joko Ismadi, menekankan pentingnya memastikan hewan kurban yang diterima dalam kondisi bersih dan sehat. "Kami mengimbau kepada masyarakat ketika menerima hewan kurban, tolong pastikan itu bersih, sehat," kata Joko di Tangerang, Rabu.
Pemerintah daerah tidak hanya menyoroti kualitas hewan sebelum dipotong, tetapi juga proses penyembelihan hingga distribusi. Joko meminta para panitia masjid dan petugas pemotongan untuk menjalankan standar penyembelihan sesuai aturan agama dan protokol kesehatan.
"Teman-teman pengurus masjid, pengurus pemotongan hewan kurban, laksanakan pemotongan yang amanah sesuai yang sudah kita ajarkan setiap kali pelatihan. Tolong jangan sampai sore sudah selesai kalau hari ini," paparnya. Pernyataan ini menekankan efisiensi waktu agar daging segera sampai ke tangan mustahik.
Setelah daging diterima, DPKP mengingatkan agar segera diolah atau dimasak. Jika belum sempat diolah, daging harus disimpan di kulkas dengan suhu yang dapat bertahan hingga empat hari. Sementara untuk penyimpanan jangka panjang, daging disarankan untuk dimasukkan ke dalam freezer.
"Kita harapkan kepada mereka yang menjadi panitia untuk fokus dan nanti sore, semoga daging ataupun jeroan hasil pemotongan hewan kurban bisa sampai ke mustahik," tutur Joko.
Untuk memberikan rasa aman kepada masyarakat, Pemkab Tangerang telah mengerahkan ratusan petugas pemeriksaan hewan dan kualitas daging kurban. Langkah ini diupayakan berlangsung hingga pasca perayaan Idul Adha untuk memastikan tidak ada hewan yang tidak layak konsumsi beredar.
Secara rinci, Joko menyebutkan bahwa pihaknya menurunkan sedikitnya 40 dokter spesialis penyakit hewan untuk melakukan pengontrolan di lapangan. Selain itu, ada tambahan petugas dari kecamatan sebanyak 58 orang, masing-masing kecamatan dua orang. "Ditambah petugas pemeriksaan kemarin ada 66 orang, total dengan dokter hewan sekitar 40 orang," kata dia.
Dengan pengawasan ketat ini, diharapkan masyarakat Kabupaten Tangerang dapat merayakan Idul Adha dengan tenang dan daging kurban yang dikonsumsi benar-benar aman serta sehat.