SERANG — Keterbatasan ruang belajar merajut di Banten mendorong Hello Loopsy, pelaku usaha kerajinan tangan, menghadirkan program kelas merajut. Targetnya, regenerasi pengrajin handmade di provinsi tersebut bisa berjalan melalui transfer keterampilan ke generasi muda.
Pendiri Hello Loopsy, Qorry Aina, mengatakan gagasan ini lahir dari keinginan berbagi pengalaman selama mengembangkan usahanya. Menurut dia, merajut bukan keterampilan yang sulit selama ada kemauan berlatih.
"Kalau dari aku berharap Hello Loopsy ke depannya bisa buka kelas dan mengajari orang-orang tentang cara pembuatannya secara langsung," kata Qorry melansir laman RRI.co.id, Selasa (21/7/2026).
Dua Skema Belajar: Tatap Muka dan Tutorial di Medsos
Program kelas merajut Hello Loopsy dirancang dalam dua skema. Pertama, kelas tatap muka (offline) untuk peserta yang ingin belajar langsung dengan praktik. Kedua, materi pembelajaran melalui konten tutorial di media sosial.
Model ini diharapkan memperluas akses belajar bagi masyarakat, termasuk mereka yang ingin mempelajari teknik merajut dari rumah. Qorry menambahkan, keterampilan merajut bisa dipelajari siapa pun tanpa batasan usia.
Membangun Wadah Komunitas Kreatif di Banten
Pendiri Hello Loopsy lainnya, Avi Nurul Avia, mengatakan program edukasi ini menjadi bagian dari visi perusahaan membangun komunitas kreatif. Hello Loopsy ingin menjadi wadah bagi pencinta kerajinan tangan di Banten.
"Kita pengin Hello Loopsy jadi wadah buat orang-orang yang suka bikin kerajinan tangan. Kita pengin kasih space dan kesempatan belajar buat mereka," ujar Avi.
Menurut Avi, fasilitas belajar merajut di Banten hingga kini masih relatif terbatas. Karena itu, Hello Loopsy menghadirkan ruang belajar yang bisa menjadi sarana pengembangan keterampilan sekaligus memperkuat ekosistem industri kreatif berbasis kerajinan tangan di daerah.
Target: Lahirkan Pelaku Usaha Kreatif Baru
Melalui program kelas merajut ini, Hello Loopsy berharap transfer pengetahuan bisa berjalan lebih luas. Target jangka panjangnya, minat generasi muda terhadap produk handmade meningkat dan muncul pelaku usaha kreatif baru.
Upaya ini dinilai mampu memberikan nilai tambah bagi sektor ekonomi kreatif di Banten. Industri kerajinan tangan selama ini menjadi salah satu sektor yang menyerap tenaga kerja lokal dan berpotensi dikembangkan sebagai sumber pendapatan alternatif masyarakat.