TANGERANG — Bupati Tangerang Moch Maesyal Rasyid menekankan bahwa upaya pencegahan kebakaran dan kekeringan merupakan langkah vital untuk menjaga keselamatan jiwa warga. Ia meminta seluruh jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) menjadikan aspek ini sebagai prioritas utama dalam setiap agenda penanggulangan bencana.
"Saya ingin menegaskan bahwa pencegahan harus menjadi prioritas utama," ujar Maesyal di sela-sela Apel Siaga Tanggap Darurat Kebakaran Hutan dan Lahan, Selasa (21/1/2026).
Kesiapan Sarana Jadi Kunci Utama Penanganan di Lapangan
Komitmen tersebut tidak hanya berhenti pada imbauan. Maesyal secara spesifik memerintahkan seluruh OPD untuk memastikan kesiapan operasional berbagai peralatan pendukung. Mulai dari kendaraan operasional, pompa air, hingga sumber daya lainnya wajib dalam kondisi prima dan siap digunakan sewaktu-waktu.
"Jangan sampai terjadi kendala di lapangan akibat kurangnya kesiapan sarana dan prasarana," tegasnya.
200 Personel Gabungan Diterjunkan untuk Patroli Terpadu
Menyikapi potensi bencana tersebut, Kapolresta Tangerang Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah menyatakan akan menerjunkan 200 personel gabungan. Mereka terdiri dari unsur TNI/Polri, Satpol PP, hingga Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat.
Personel ini akan difokuskan pada patroli terpadu dan pemantauan wilayah rawan. Selain itu, edukasi masif kepada masyarakat juga akan digencarkan untuk menekan angka kejadian.
"Pencegahan harus menjadi prioritas utama kita melalui patroli terpadu, pemantauan wilayah rawan, edukasi masif kepada masyarakat," kata Andi.
Tindakan Tegas Menanti Pelaku Pembakaran Lahan Sengaja
Di sisi lain, instansi penegak hukum memberikan peringatan keras bagi pihak yang sengaja membakar lahan. Upaya tegas dan terukur akan diberlakukan tanpa kompromi, mengingat dampaknya yang luas terhadap lingkungan dan masyarakat.
"Perubahan iklim, ancaman musim kemarau, serta aktivitas manusia dapat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran," ungkapnya.
Andi menambahkan, kebakaran yang disengaja tidak hanya merusak lingkungan dan keanekaragaman hayati. Lebih jauh, dampaknya mengganggu kesehatan warga dan melumpuhkan aktivitas ekonomi di sekitar lokasi kejadian.
"Oleh karena itu, saya mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk terus memperkuat sinergi, koordinasi, dan kolaborasi," pungkasnya.