SERANG — Sebanyak dua ton sampah daur ulang berhasil dikumpulkan dari tiga sekolah di Kabupaten Serang dalam tiga bulan terakhir melalui program bank sampah PT Shenhua Guohua Pembangkitan Jawa Bali (SGPJB). Program ini menjadi bagian dari peluncuran inisiatif BIMA CAKRA dan BEBENAH yang digelar di halaman SDN Terate, Senin (15/6/2026).
Direktur General Affairs PT SGPJB, Harry Purnomo, mengatakan program bank sampah diterapkan di SDN Terate, SDN Genurit, dan Yayasan Hidayatul Umam. Para siswa diajak membawa sampah dari rumah untuk ditimbang dan dicatat sebagai tabungan pribadi.
"Dalam tiga bulan terakhir, kita sudah berhasil mengumpulkan dua ton sampah daur ulang," ujar Harry.
Belajar Menabung Sambil Memilah Sampah
Melalui mekanisme bank sampah, setiap sampah yang disetor siswa dinilai berdasarkan jenis dan beratnya. Hasil penjualan kemudian dicatat sebagai saldo tabungan yang bisa dimanfaatkan siswa. Harry menilai metode ini efektif menanamkan kebiasaan memilah sampah sekaligus literasi keuangan sejak usia sekolah.
"Program ini tidak hanya mengurangi volume sampah, tetapi juga menanamkan kesadaran lingkungan dan budaya menabung kepada para siswa," tambahnya.
Bantuan Sarana Pendidikan dan Penghijauan Sekolah
Dalam kesempatan yang sama, PT SGPJB juga menyalurkan bantuan sarana dan prasarana pendidikan ke tiga sekolah sasaran. Perusahaan memberikan 105 paket penghargaan bagi guru dan siswa berprestasi serta bibit pohon untuk mendukung penghijauan lingkungan sekolah.
Program BIMA CAKRA sendiri merupakan program pembinaan siswa berprestasi, sedangkan BEBENAH difokuskan pada pelestarian lingkungan sekolah. Kedua program ini merupakan bagian dari Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan di bidang pendidikan dan lingkungan.
Wakil Bupati: Kolaborasi dengan Industri Sangat Dibutuhkan
Wakil Bupati Serang Najib Hamas yang hadir dalam peluncuran program mengapresiasi langkah PT SGPJB yang mengintegrasikan pendidikan dan lingkungan dalam satu kegiatan CSR. Menurutnya, pemerintah daerah tidak bisa menyelesaikan persoalan pembangunan sendirian.
"Ini program yang sangat bagus. Kami sangat mengapresiasi. Pemerintah daerah tentu tidak bisa berjalan sendiri dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat. Kami membutuhkan kolaborasi dari berbagai pihak," kata Najib.
Ia menilai program bank sampah yang dijalankan PT SGPJB layak menjadi contoh bagi perusahaan lain karena memberikan manfaat nyata bagi sekolah dan masyarakat. "Saya berharap perusahaan lain juga dapat mencontoh apa yang dilakukan PT SGPJB," ujarnya.
Acara peluncuran turut dihadiri Direktur Utama LAZ Harfa Abdul Rafur, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Serang Sarudin, Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Serang Muhamad Hanafiyah, unsur Kecamatan Kramatwatu, Pemerintah Desa Terate, serta para guru dan siswa.
Melalui Program BIMA CAKRA dan BEBENAH, PT SGPJB berharap dapat mendorong lahirnya generasi muda yang berprestasi, berkarakter, dan memiliki kepedulian terhadap lingkungan, sekaligus memperkuat kolaborasi antara dunia usaha, sekolah, masyarakat, dan pemerintah daerah dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan.