BANTEN — Pembangunan fisik Sekolah Rakyat di Bengkulu berjalan paling signifikan dibanding tiga proyek prioritas lain yang seluruhnya berada di bawah tanggung jawab Kementerian Pekerjaan Umum. Data DJPb Bengkulu menunjukkan proyek ini menyerap anggaran terbesar secara nominal dan persentase.
“Kami terus melakukan pemantauan terhadap seluruh penggunaan anggaran agar pelaksanaan proyek tetap berjalan sesuai perencanaan dan memberikan hasil maksimal bagi masyarakat,” ujar Irfan dalam keterangan yang diterima, kemarin.
Dua Proyek Irigasi Masih Berjalan, Satu Proyek Wisata Baru Tahap Awal
Dari sisi infrastruktur pertanian, proyek peningkatan jaringan irigasi Majunto di Kabupaten Mukomuko telah merealisasikan Rp11,15 miliar atau 28,05 persen dari pagu Rp39,77 miliar. Sementara itu, peningkatan jaringan irigasi Air Alas di Kabupaten Seluma menyerap Rp9,84 miliar atau 26,95 persen dari pagu Rp36,51 miliar.
Kedua proyek irigasi ini masih dalam tahap pengerjaan fisik dan ditargetkan rampung sesuai jadwal tahun anggaran 2026. DJPb mencatat progres pelaksanaan di lapangan terus dipantau untuk mengantisipasi hambatan teknis dan cuaca.
Berbeda dengan proyek lainnya, penataan kawasan wisata alam Danau Dendam Tak Sudah di Kota Bengkulu dengan alokasi Rp37,12 miliar baru memasuki tahapan awal. Data realisasi anggaran proyek tersebut belum dapat diperbarui karena pekerjaan fisik baru dimulai.
Skema Pengawasan dan Target Akhir Tahun
Kanwil DJPb Bengkulu menerapkan pemantauan berkala terhadap keempat proyek strategis ini. Irfan menekankan bahwa percepatan serapan anggaran harus diimbangi kualitas hasil pembangunan.
“Targetnya, seluruh proyek bisa mencapai realisasi di atas 90 persen pada akhir tahun. Ini penting untuk menjaga momentum pembangunan di Bengkulu,” kata Irfan.
Dari total pagu gabungan keempat proyek yang mencapai Rp501,81 miliar, realisasi sementara masih didominasi proyek pendidikan. Pemerintah pusat menempatkan pembangunan Sekolah Rakyat sebagai salah satu prioritas nasional di Bengkulu pada tahun ini.
DJPb mencatat progres positif ini menunjukkan komitmen pemerintah daerah dan pusat dalam mempercepat pembangunan infrastruktur dasar, terutama di sektor pendidikan dan pertanian yang menjadi kebutuhan mendesak masyarakat Bengkulu.