TANGERANG — Sebanyak 350 peserta dari koperasi existing, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), dan pelaku UMKM mengikuti Jambore Koperasi di Bumi Perkemahan Kitribhakti, Curug, Kabupaten Tangerang pada 23-24 Juli 2026. Forum yang digelar Dinas Koperasi dan Usaha Mikro setempat ini menjadi ajang memperkuat kemitraan, memperluas akses pasar, dan membangun ekosistem ekonomi lokal yang lebih produktif.
Jambore Bukan Sekadar Peringatan Harkopnas
Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyatakan kegiatan ini dirancang lebih dari sekadar peringatan Hari Koperasi Nasional. "Jambore Koperasi Tingkat Kabupaten Tangerang ini kita rancang agar koperasi yang existing maupun Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih dapat saling berkolaborasi," ujarnya di Tangerang, Jumat.
Menurut Maesyal, kolaborasi antara koperasi yang telah berkembang dengan KDKMP serta UMKM diharapkan mampu memperkuat ekosistem usaha di tingkat daerah. "Kolaborasi koperasi dan UMKM ini merupakan upaya memutar roda perekonomian sehingga pada akhirnya memberikan kontribusi nyata terhadap pertumbuhan ekonomi di Kabupaten Tangerang," katanya.
Transfer Pengetahuan dan Pembekalan Usaha Modern
Selama dua hari jambore, peserta tidak hanya bertemu untuk menjalin jejaring. Mereka juga mengikuti pembekalan tentang pengelolaan koperasi modern, pengembangan UMKM, penguatan kemandirian usaha, hingga pembentukan wirausaha baru. Maesyal mengatakan hal itu diharapkan memperkuat kualitas sumber daya manusia penggerak ekonomi kerakyatan.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kabupaten Tangerang Anna Ratna Maemunah menambahkan kegiatan ini menjadi sarana transfer pengetahuan antara pengurus koperasi mapan dengan pengurus KDKMP yang baru terbentuk. "Tujuannya sebagai ajang silaturahim dan sharing wawasan maupun pengalaman antara koperasi existing dengan Koperasi Desa dan Kelurahan Merah Putih," ujar Anna.
Libatkan Generasi Z demi Regenerasi Koperasi
Pemkab Tangerang juga memanfaatkan momen jambore untuk memperkenalkan gerakan koperasi kepada kalangan muda. Anna menyebut pihaknya menggelar kegiatan edukatif yang melibatkan Generasi Z dan milenial. "Kami juga berupaya mensosialisasikan perkoperasian kepada Gen Z," katanya.
Menurut Anna, keterlibatan generasi muda penting untuk memastikan regenerasi pelaku koperasi sekaligus mendorong lahirnya inovasi dalam pengembangan usaha berbasis koperasi di masa depan. Melalui kemitraan yang terbangun, pelaku usaha tidak hanya mendapat peluang transaksi langsung, tetapi juga memperluas jaringan pemasaran dan berbagi pengalaman untuk meningkatkan daya saing produk lokal.