Pencarian

5 Film Prime Video Terbaik yang Wajib Ditonton Sebelum Hilang Akhir Agustus 2026

Rabu, 26 Agustus 2026 • 11:51:31 WIB
5 Film Prime Video Terbaik yang Wajib Ditonton Sebelum Hilang Akhir Agustus 2026
Warga mengamati layar yang menampilkan cuplikan film dalam daftar tontonan Prime Video.

BANTEN — Sistem streaming memang terkenal tidak setia. Judul yang sudah Anda bookmark berbulan-bulan bisa lenyap tanpa pemberitahuan yang memadai. Sebelum kalender berganti ke September, Prime Video akan menarik sejumlah film yang layak masuk daftar tontonan wajib Anda. Berikut lima judul yang harus diprioritaskan sebelum tenggat waktu habis.

1. Scarface (1983): Epik Kejahatan yang Tidak Pernah Usang

Disutradarai Brian De Palma dengan naskah dari Oliver Stone, "Scarface" adalah potret berlebih-lebihan tentang ambisi, keserakahan, dan paranoia di era 80-an. Al Pacino tampil eksplosif sebagai Tony Montana, imigran Kuba yang tiba di Miami lewat gelombang Mariel boatlift 1980 dan merangkak naik dari kamp pengungsian menjadi raja kokain.

Film ini juga menjadi panggung bagi Michelle Pfeiffer yang bersinar sebagai Elvira Hancock. Yang membuat "Scarface" tetap relevan adalah bagaimana ia membedah psikologi seseorang yang dikendalikan oleh kekuasaan—bukan sekadar aksi tembak-menembak. Tony Montana membangun imperium, tapi keangkuhannya justru menjadi bumerang yang menghancurkannya.

Tonton sebelum 30 Agustus. Jika Anda belum pernah melihatnya, ini kesempatan terakhir untuk menyaksikan salah satu monolog paling ikonik dalam sejarah sinema.

2. Green Room (2016): Thriller yang Menekan Napas Anda

"Green Room" bukan film yang nyaman ditonton. Sutradara Jeremy Saulnier membangun ketegangan secara perlahan, lalu mengencangkan sekrupnya hingga Anda sulit bernapas. Bahkan penonton yang sudah terbiasa dengan film horor pun mungkin perlu menjeda beberapa adegan untuk memproses apa yang baru saja mereka lihat.

Kisahnya sederhana: band punk yang sedang sekarat, The Ain't Rights, menerima gig terakhir di klub terpencil Oregon. Setelah tampil, bassis Pat (Anton Yelchin) secara tidak sengaja menyaksikan pembunuhan di ruang belakang. Mereka terkunci di dalam green room, dikepung oleh staf klub bersenjata yang bertekad menghilangkan semua saksi.

Kekuatan film ini ada pada realismenya yang brutal. Tidak ada pahlawan super di sini—hanya anak-anak muda ketakutan yang mencoba bertahan hidup. Tonton sebelum 31 Agustus.

3. The Mist (2007): Ketika Monster Sesungguhnya Ada di Dalam

Adaptasi Stephen King garapan Frank Darabont ini punya salah satu twist ending paling terkenal dan paling memecah belah penonton dalam sejarah film. Setelah badai dahsyat melanda kota kecil Bridgton, Maine, kabut tebal misterius menyelimuti kota. David Drayton (Thomas Jane) dan putranya terjebak di supermarket bersama puluhan pembeli lain—dan makhluk mengerikan bersembunyi di dalam kabut.

Tapi "The Mist" bukan sekadar film monster. Ini adalah studi tentang bagaimana ketakutan menggerogoti akal sehat manusia. Di dalam supermarket, ancaman dari luar perlahan tergantikan oleh kehancuran psikologis dari dalam. Seorang fanatik agama mengambil alih, dan kepanikan berubah menjadi kegilaan kolektif.

Tonton sebelum 31 Agustus. Ending-nya akan menghantui Anda berhari-hari setelah kredit bergulir.

4. Are You There God? It's Me, Margaret (2023): Coming-of-Age yang Hangat dan Jujur

Di tengah daftar yang didominasi film gelap, judul ini jadi penyeimbang yang menyegarkan. Adaptasi novel Judy Blume tahun 1970 ini nyaris mustahil untuk dieksekusi dengan baik, tapi sutradara Kelly Fremon Craig berhasil membuatnya terasa abadi. Film ini memegang skor 99% di Rotten Tomatoes—hampir sempurna untuk standar film apa pun.

Margaret Simon (Abby Ryder Fortson) yang berusia 11 tahun pindah dari New York ke pinggiran New Jersey. Ia bergabung dengan kelompok pertemanan baru yang dipimpin Nancy (Elle Graham), dan bersama-sama mereka menghadapi masa pubertas—bra pertama, menstruasi, dan ciuman pertama. Di tengah itu, Margaret mulai mempertanyakan identitas religiusnya di tengah keluarga dengan latar belakang Kristen dan Yahudi.

Film ini hangat, cerdas, dan menolak menggurui penontonnya. Tonton sebelum 31 Agustus.

5. The Hurt Locker (2009): Perang dari Sudut Pandang yang Tidak Biasa

Penutup daftar ini adalah peraih enam Oscar, termasuk Best Picture dan Best Director untuk Kathryn Bigelow—yang menjadikannya sutradara perempuan pertama yang memenangkan penghargaan tersebut. Jeremy Renner memberikan penampilan yang melambungkan kariernya sebagai Sersan Staf William James, pemimpin unit penjinak bom di Baghdad.

James mengambil alih unit Explosive Ordnance Disposal setelah pemimpin sebelumnya tewas. Gaya kerjanya yang tidak konvensional—cenderung nekat—terus-menerus membahayakan timnya, yang diperankan Anthony Mackie dan Brian Geraghty. Ini bukan film perang dengan ledakan besar-besaran; ini potret intim tentang adiksi terhadap bahaya.

Tonton sebelum 31 Agustus. Penggambaran Bigelow tentang trauma dan maskulinitas di zona perang terasa lebih relevan sekarang daripada saat film ini dirilis.

Follow bantenvoice.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: tomsguide.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks