CILEGON — Sebanyak 22 penghargaan diraih Dinas Kesehatan Kota Cilegon dalam ajang HKN ke-60. Prestasi ini bukan sekadar seremonial, melainkan cerminan kerja keras jajaran kesehatan di tingkat kota hingga puskesmas.
Penghargaan yang diraih mencakup berbagai kategori, mulai dari inovasi program kesehatan, capaian imunisasi, hingga kualitas pelayanan di fasilitas kesehatan dasar. Beberapa penghargaan diberikan langsung oleh Kementerian Kesehatan RI.
Kepala Dinkes Kota Cilegon menyebut bahwa penghargaan ini adalah hasil kolaborasi semua pihak. “Kami tidak bekerja sendiri. Ini berkat kerja keras puskesmas, rumah sakit, dan kader kesehatan di lapangan,” ujarnya dalam keterangan tertulis.
Bagi warga, deretan penghargaan ini berarti pelayanan kesehatan yang mereka terima setiap hari telah memenuhi standar nasional. Indikator seperti angka harapan hidup, penurunan stunting, dan cakupan imunisasi menjadi perhatian utama.
Dinkes Kota Cilegon juga tercatat aktif dalam program deteksi dini penyakit tidak menular dan penguatan posyandu di tingkat kelurahan. Hal ini sejalan dengan target pemerintah pusat dalam transformasi layanan primer.
Meski meraih banyak penghargaan, Dinkes Kota Cilegon tidak berpuas diri. Pihaknya menegaskan bahwa tantangan ke depan masih besar, terutama dalam pemerataan akses kesehatan di wilayah pinggiran.
“Penghargaan ini justru menjadi pekerjaan rumah. Kami harus menjaga konsistensi dan terus berinovasi,” tambah Kepala Dinkes.
Ke depan, Dinkes Kota Cilegon berencana memperkuat layanan telemedicine dan mempercepat digitalisasi data kesehatan. Langkah ini diharapkan mampu menjangkau lebih banyak warga yang kesulitan mengakses fasilitas kesehatan secara langsung.