CILEGON — Dinamika konsolidasi internal Pengurus Besar Al-Khairiyah kian menguat menjelang Muktamar XI. Dalam rapat koordinasi yang mempertemukan Majelis Syuro, Dewan Pakar, dan jajaran Wakil Ketua Umum di Hotel Royale Krakatau, Kota Cilegon, Rabu (20/5), muncul dukungan kolektif agar KH. Ali Mujahidin melanjutkan kepemimpinannya untuk periode ketiga.
Forum yang digelar Rabu lalu itu menjadi ruang musyawarah strategis para ulama, akademisi, dan pimpinan organisasi. Mereka membahas arah perjalanan Al-Khairiyah ke depan, sekaligus menimbang kesinambungan program yang sudah berjalan.
Alasan di Balik Dukungan untuk Periode Ketiga
Ketua Umum Majelis Syuro PB Al-Khairiyah, KH. Mansyur Muchyidin, menjadi orang pertama yang menyampaikan dukungan tersebut saat membuka rapat. Ia menilai kapasitas kepemimpinan KH. Ali Mujahidin dan keberhasilannya menjalankan amanat muktamar sebelumnya menjadi pertimbangan utama.
"Kami menilai kapasitas kepemimpinan, kesinambungan program, serta keberhasilannya menjalankan amanat berbagai keputusan muktamar sebelumnya sangat baik, sehingga keberlanjutan kepemimpinan menjadi salah satu ikhtiar penting dalam menjaga stabilitas organisasi sekaligus memperkuat agenda pengabdian Al-Khairiyah kepada umat dan bangsa," kata Mansyur dalam keterangan resminya.
Musyawarah sebagai Ruh Organisasi
Wakil Ketua Dewan Pakar PB Al-Khairiyah, Prof. Dr. KH. Zakaria Syafei, mengingatkan agar dukungan terhadap KH. Ali Mujahidin tetap ditempatkan dalam koridor etika organisasi. Ia menekankan pentingnya menjunjung prinsip wa sywirhum fil amr dan amruhum syura bainahum — menjadikan musyawarah sebagai landasan utama dalam setiap pengambilan keputusan.
Pandangan serupa disampaikan Sekretaris Dewan Pakar, Dr. H. Mahfud Salimi, dan diperkuat anggota Dewan Pakar lainnya, termasuk Prof. Dr. H. Mufti Ali. Ketua Dewan Pakar PB Al-Khairiyah, Prof. Dr. KH. Amin Suma, kemudian merumuskan seluruh pandangan tersebut dan menekankan pentingnya menjaga persatuan serta kedewasaan organisasi.
Presiden Prabowo Diundang, Silaturahmi ke Pemprov Banten
Dalam kesempatan yang sama, Prof. Dr. KH. Amin Suma memberikan sejumlah masukan strategis untuk pelaksanaan Muktamar XI. Ia menyarankan panitia mengundang Presiden RI Prabowo Subianto sebagai bentuk penghormatan sekaligus penguatan posisi Al-Khairiyah dalam percaturan kebangsaan.
Selain itu, ia mendorong jajaran pengurus melakukan silaturahmi ke Pemerintah Provinsi Banten terlebih dahulu. Tujuannya untuk memohon doa, restu, dan dukungan terhadap penyelenggaraan muktamar.
Persiapan Muktamar: SC dan OC Sudah Dibentuk
Sekretaris Jenderal PB Al-Khairiyah, H. Ahmad Munji, menjelaskan bahwa Muktamar XI direncanakan berlangsung pada 16-18 Oktober 2026. Tempatnya di Kampus Peradaban Al-Khairiyah, Citangkil, Kota Cilegon.
Struktur kepanitiaan sudah terbentuk. Dr. Rafiudin ditunjuk sebagai Ketua Steering Committee (SC) didampingi Ahmad Trias Sundoro sebagai sekretaris. Sementara Dr. Sayuti menjabat Ketua Organizing Committee (OC) bersama H. Juju Adiwikarta sebagai sekretaris.
Menurut Ahmad Munji, dukungan terhadap KH. Ali Mujahidin untuk kembali memimpin merupakan aspirasi yang mengemuka kuat dalam rapat koordinasi. Kepemimpinan Ali Mujahidin dinilai mampu menerjemahkan amanat muktamar sebelumnya secara progresif sekaligus menjaga kesinambungan gerakan dakwah Al-Khairiyah.