Bulog Sulteng Serap 8.700 Ton Beras Petani Hingga Mei 2026, Target 11.300 Ton Diyakini Tercapai Lebih Cepat

Penulis: Wisnu Wardana  •  Senin, 25 Mei 2026 | 18:27:26 WIB
Bulog Sulteng berhasil menyerap 8.700 ton beras petani hingga Mei 2026.

BANTEN — Pimpinan Wilayah Bulog Sulawesi Tengah, Jusri, mengungkapkan target pengadaan beras dan gabah tahun ini dipatok sebesar 11.300 ton. Dengan capaian 8.700 ton dalam lima bulan pertama, Bulog yakin target tersebut bisa rampung sebelum Juni 2026.

“Target kami tahun ini sebesar 11.300 ton dan saat ini sudah tercapai 8.700 ton. Kami optimistis bisa memenuhi target lebih cepat,” ujar Jusri di Palu, Minggu.

Kolaborasi Petani dan Mitra Penggilingan Jadi Kunci

Peningkatan serapan ini tidak lepas dari kerja sama yang solid antara Bulog, petani, dan mitra penggilingan. Jusri menjelaskan, para mitra konsisten meningkatkan kualitas dan kuantitas gabah kering panen (GKP) yang disetor.

“Simpul-simpul pengadaan saat ini sudah mulai solid,” katanya.

Saat ini, Bulog Sulteng telah menggandeng sejumlah mitra aktif di berbagai daerah. Di Kabupaten Donggala, ada tiga mitra yang terlibat. Sementara di Kabupaten Parigi Moutong, jumlahnya mencapai enam mitra. Di wilayah Luwuk, tambahan dua hingga tiga mitra baru mulai berkontribusi dalam program pengadaan.

Tolitoli Jadi Wilayah Akselerasi Baru

Satu wilayah yang masih terus dipacu adalah Kabupaten Tolitoli. Jusri mengakui daerah ini merupakan program baru bagi Bulog Sulteng dalam penyerapan gabah. Meski begitu, progres yang berjalan dinilai cukup bagus.

“Di Tolitoli memang masih terus kami akselerasi, karena ini program baru bagi Bulog Sulteng untuk penyerapan gabah. Namun sejauh ini progresnya cukup bagus,” tuturnya.

Dampak ke Petani dan Stabilitas Harga

Meningkatnya serapan beras domestik diharapkan bisa memperkuat cadangan pangan pemerintah sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di Sulawesi Tengah. Jusri menekankan pentingnya konsistensi petani dalam menjaga kualitas produksi.

“Konsistensi petani menjaga kualitas produksi paling penting, dengan harapan adanya cetak sawah baru produksi gabah petani semakin meningkat dalam menunjang swasembada pangan nasional,” pungkasnya.

Reporter: Wisnu Wardana
Sumber: sulteng.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top