Pencarian

BI Banten Pastikan Idul Adha Tak Picu Lonjakan Inflasi, Pola Konsumsi Masyarakat Dinilai Lebih Terukur

Senin, 25 Mei 2026 • 16:27:01 WIB
BI Banten Pastikan Idul Adha Tak Picu Lonjakan Inflasi, Pola Konsumsi Masyarakat Dinilai Lebih Terukur
Kepala BI Banten memastikan inflasi Idul Adha lebih terkendali dibandingkan Idul Fitri.

SERANG — Kepala Perwakilan BI Provinsi Banten, Ameriza M Moesa, menyatakan bahwa dampak inflasi pada Idul Adha secara historis tidak sebesar Idul Fitri. Hal ini karena masa puasa sunnah yang singkat dan konsumsi masyarakat yang tidak berlebihan.

Pola Konsumsi Idul Adha Dinilai Lebih Terkendali

"Pengalaman menunjukkan bahwa dampak inflasi Idul Adha itu tidak sebesar Idul Fitri. Puasanya (sunnah) hanya sebentar, dan konsumsinya tidak foya-foya. Jadi, kalaupun memang ada kenaikan harga, saya rasa tidak terlalu signifikan," ujar Ameriza di Serang, Senin.

Menurutnya, perbedaan fundamental antara Idul Adha dan Idul Fitri terletak pada volume konsumsi rumah tangga. Pada momen Lebaran, permintaan pangan melonjak drastis karena tradisi mudik dan kumpul keluarga besar. Sementara itu, perayaan Idul Adha lebih berfokus pada ibadah kurban dengan konsumsi yang lebih terpusat pada daging segar.

Survei BI: Harga Pangan Masih Terkendali

Hasil Survei Pemantauan Harga (SPH) mingguan terbaru yang dilakukan BI Banten menunjukkan pergerakan harga komoditas pangan masih relatif terkendali. Meskipun pekan ini mulai terlihat sedikit pergerakan harga setelah sebelumnya mencatat deflasi, dampaknya dinilai masih dalam batas aman.

Optimisme ini juga didukung oleh capaian inflasi Banten pada April 2026 yang berhasil turun menjadi 2,14 persen. Angka ini lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang berada di 2,42 persen. "Pada bulan April kita berhasil kembali berada di bawah angka nasional. Perkembangan ini cukup menggembirakan," jelas Ameriza.

Normalisasi Harga Pangan Jadi Kunci Penurunan Inflasi

Melandainya inflasi Banten pada bulan lalu, menurut Ameriza, sangat dipengaruhi oleh normalisasi harga pada kelompok makanan dan minuman. Sebelumnya, harga sempat melonjak akibat tingginya permintaan saat Lebaran di bulan Maret. Salah satu faktor lain yang turut menekan inflasi adalah hilangnya base effect dari diskon tarif listrik yang kini sudah kembali normal.

Dengan kondisi ini, BI Banten optimistis bahwa daya beli masyarakat tetap terjaga selama perayaan Idul Adha. Masyarakat diimbau untuk tetap berbelanja secara bijak dan tidak panik menghadapi potensi kenaikan harga yang bersifat sementara.

Bagikan
Sumber: banten.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks