Harga Perak Antam Anjlok ke Rp 39.200 per Gram, Dipicu Data Ekonomi AS yang Kuat

Penulis: Zainul Arifin  •  Rabu, 01 Juli 2026 | 13:53:31 WIB
Harga perak Antam turun tipis ke Rp 39.200 per gram pada Rabu, terdampak data ekonomi AS yang kuat.

BANTEN — Laporan dari laman resmi Logam Mulia Antam menunjukkan, harga perak hari ini dipatok Rp 39.200 per gram, turun tipis dari posisi kemarin yang berada di angka Rp 39.300. Antam sendiri menyediakan produk perak batangan dalam dua varian ukuran, yakni 250 gram dan 500 gram, serta perak butiran murni 99,95 persen.

Untuk ukuran 250 gram, Antam membanderolnya sebesar Rp 10.325.000 per batang. Sementara untuk bobot 500 gram, harganya mencapai Rp 19.725.000 per batang. Penurunan harga ini terjadi di tengah aksi jual yang melanda logam mulia secara global.

Tekanan dari Suku Bunga AS dan Data Ketenagakerjaan

Mengutip data TradingEconomics, harga perak dunia ambles 1,19 persen ke level US$ 57,81 per ons pada Rabu ini. Angka tersebut merupakan titik terendah yang dicatat dalam tujuh bulan terakhir. Penyebab utamanya adalah rilis data ekonomi Amerika Serikat yang solid, khususnya laporan JOLTS yang menunjukkan lonjakan lowongan pekerjaan ke level tertinggi dua tahun.

Data penggajian non-pertanian (NFP) yang diprediksi juga akan menunjukkan peningkatan signifikan semakin memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve akan kembali menaikkan suku bunga. Inflasi inti AS yang masih jauh di atas target 2 persen membuat pasar kini memperkirakan setidaknya satu kenaikan suku bunga pada tahun ini, dengan potensi pertama terjadi pada September 2026.

Sentimen Perdamaian Iran-AS Ikut Berperan

Selain faktor moneter, investor juga mencermati perkembangan negosiasi perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran yang sedang berlangsung di Qatar. Harapan akan adanya gencatan senjata permanen mengurangi permintaan terhadap aset safe haven seperti emas dan perak. Namun, optimisme itu sedikit terusik setelah pejabat Qatar menyatakan bahwa utusan utama AS tidak akan mengadakan pertemuan tingkat tinggi langsung dengan Iran.

Nasib Emas dan Logam Mulia Lainnya

Tekanan serupa juga dialami emas. Harga emas spot tercatat turun 0,2 persen ke US$ 4.008,94 per ons, mendekati level terendah sejak November 2025. Sepanjang Juni 2026, harga emas telah merosot 11,3 persen. Analis Marex, Edward Meir, mengatakan bahwa pasar gelisah karena tidak melihat banyak harapan akan perubahan arah kebijakan suku bunga dalam waktu dekat.

Sementara itu, platinum turun 0,7 persen menjadi US$ 1.564,34 per ons, dan paladium justru naik tipis 0,2 persen ke US$ 1.215,94. Secara kuartalan, logam mulia tercatat mengalami penurunan pertama sejak 2024, sekaligus menjadi koreksi paling tajam sejak kuartal Juni 2013.

Para pelaku pasar kini menunggu data ketenagakerjaan ADP yang akan dirilis hari ini dan laporan penggajian non-pertanian AS pada Kamis (2/7). Kedua data tersebut akan menjadi penentu apakah The Fed benar-benar akan menaikkan suku bunga pada September atau tidak.

Reporter: Zainul Arifin
Sumber: liputan6.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top