SERANG — Capaian PNBP Kekayaan Negara dan Lelang di Banten tersebut setara dengan 35,76 persen dari target tahunan sebesar Rp93,48 miliar. Kepala Kanwil DJKN Banten, Kusuma Santi Wahyuningsih, menyebutkan bahwa realisasi hingga Mei lalu menunjukkan pergerakan yang positif jika dibandingkan bulan sebelumnya.
“Realisasi sampai dengan bulan lalu (Mei) ada di Rp33,43 miliar dari total target Rp93 miliar lebih. Jika melihat pergerakannya, angka ini naik 22,63 persen dari realisasi sampai dengan April 2026,” ujarnya dalam konferensi pers APBN Kita Regional Banten.
Sektor Lelang Masih Terkontraksi Secara Tahunan
Meski total PNBP naik, sektor lelang justru mencatat kinerja yang berbeda. Hingga Mei 2026, realisasi PNBP lelang mencapai Rp19,14 miliar. Nilai itu tumbuh 12,80 persen dibandingkan April 2026, tetapi masih anjlok 19,92 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Tumbuh 12,80 persen dibandingkan April 2026. Namun terdapat kontraksi secara year on year sebesar 19,92 persen,” kata Kusuma Santi.
Meski terkontraksi, sektor lelang tetap menjadi kontributor utama terhadap total PNBP dengan porsi mencapai 57,25 persen. Kontribusi terbesar berasal dari KPKNL Tangerang I yang membukukan realisasi Rp9,32 miliar, disusul KPKNL Tangerang II dan KPKNL Serang.
Pemanfaatan BMN Justru Lampaui Target Bulanan
Pertumbuhan PNBP juga ditopang oleh sektor pemanfaatan Barang Milik Negara (BMN). Hingga Mei 2026, realisasi dari sektor ini mencapai Rp14,21 miliar, atau melampaui target bulanan dengan capaian 112,58 persen.
Untuk mendongkrak kinerja lelang yang masih terkontraksi secara tahunan, DJKN Banten mengoptimalkan sejumlah strategi. Pengembangan layanan digital melalui Portal Lelang versi 2 menjadi salah satu andalan, selain penggalian potensi objek lelang dan perluasan pasar, termasuk bagi pelaku UMKM.
“Key success factor yang menyebabkan tingginya capaian ini adalah implementasi Portal Lelang versi 2 yang terus dilakukan improvisasi, penggalian potensi lelang, serta konsistensi pelaksanaan lelang eksekusi yang ditunjang kerja sama erat dengan para pemangku kepentingan,” pungkas Kusuma Santi.***