TANGERANG SELATAN — Pemerintah Kota Tangerang Selatan resmi memulai rangkaian menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VII Banten 2026 dengan meluncurkan logo, maskot, dan slogan "Tangsel Jawara". Acara kick-off yang berlangsung di Lapangan Malibu, BSD, Serpong, Minggu (3/5), menjadi bukti kesiapan kota tersebut sebagai tuan rumah pesta olahraga terbesar di tanah jawara.
Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan, menegaskan bahwa peluncuran ini bukan sekadar seremonial belaka. Kegiatan ini merupakan awal komitmen besar untuk menghadirkan penyelenggaraan Porprov terbaik sepanjang sejarah Banten. Fokus utama saat ini tertuju pada pematangan sarana dan prasarana pertandingan yang tersebar di wilayah Tangsel.
“Kick-off ini menjadi tanda dimulainya seluruh rangkaian kegiatan Porprov 2026. Ini bukan sekadar acara simbolis, tetapi awal dari komitmen bersama untuk menghadirkan penyelenggaraan terbaik,” kata Pilar Saga Ichsan di sela-sela kegiatan.
Kreativitas Lokal dalam Slogan Tangsel Jawara
Identitas visual Porprov VII Banten kali ini memiliki nilai filosofis mendalam karena lahir dari tangan kreatif putra daerah. Pilar menjelaskan bahwa logo, maskot, hingga jingle resmi merupakan hasil dari ajang kompetisi “Ngelogo-in” yang digelar pada tahun 2025. Langkah ini diambil untuk memastikan adanya rasa kepemilikan masyarakat terhadap ajang tersebut.
“Ini murni karya anak bangsa, hasil kreativitas para seniman lokal Tangsel, bukan hasil instan,” tegas Pilar.
Slogan "Tangsel Jawara" dipilih sebagai penguat branding daerah sekaligus simbol semangat juang bagi para atlet yang akan bertanding. Pemerintah kota berharap identitas ini mampu membakar semangat kolaborasi antara atlet, pelajar, komunitas olahraga, hingga organisasi kepemudaan untuk menyukseskan gelaran dua tahunan tersebut.
Kesiapan Venue untuk 58 Cabang Olahraga
Sebagai tuan rumah, Tangerang Selatan memikul tanggung jawab besar dalam menyediakan fasilitas bagi 58 cabang olahraga (cabor) yang akan dipertandingkan. Jumlah cabor yang cukup banyak ini menuntut koordinasi intensif terkait kesiapan venue agar memenuhi standar pertandingan tingkat provinsi.
Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menyatakan bahwa Porprov bukan hanya tentang kompetisi di lapangan. Baginya, ajang ini adalah instrumen penting dalam pembinaan atlet jangka panjang dan penguatan persatuan masyarakat di delapan kabupaten/kota se-Banten.
“Porprov ini menjadi ruang pembinaan atlet sekaligus mempererat kebersamaan. Kami siap berkontribusi penuh demi kesuksesan ajang ini,” ujar Benyamin Davnie.
Benyamin optimistis melalui Porprov VII Banten, akan lahir bibit-bibit atlet unggulan. Targetnya, para pemenang nantinya mampu menembus level kompetisi nasional hingga internasional, membawa nama baik Banten di kancah yang lebih luas.
Optimisme KONI Banten terhadap Tuan Rumah Tangsel
Ketua Umum KONI Banten, Agus Rasyid, memberikan apresiasi tinggi terhadap gerak cepat yang ditunjukkan Pemerintah Kota Tangerang Selatan. Menurutnya, persiapan yang dilakukan jauh-jauh hari merupakan indikator utama keberhasilan sebuah multievent olahraga.
“Ini bukti keseriusan Tangsel. Saya optimistis Porprov VII 2026 akan menjadi yang terbaik sepanjang penyelenggaraan di Banten,” kata Agus Rasyid.
Senada dengan Agus, Kepala Dinas Kepemudaan dan Olahraga Provinsi Banten, Ahmad Syaukani, melihat momentum ini sebagai titik awal penjaringan atlet potensial. Sinergi antara pemerintah provinsi dan kota menjadi kunci agar pelaksanaan teknis di lapangan berjalan tanpa kendala berarti pada akhir 2026 mendatang.
“Porprov ini menjadi awal untuk melahirkan atlet unggulan yang bisa bersaing di level nasional hingga internasional,” tutur Ahmad Syaukani.
Acara kick-off ini dimeriahkan oleh kehadiran sekitar 1.000 atlet dan pelatih. Kehadiran massa dalam jumlah besar ini memberikan gambaran antusiasme publik yang tinggi terhadap penyelenggaraan Porprov VII Banten di Tangerang Selatan.