Pencarian

5 Wilayah Prioritas di Kabupaten Serang Dibebaskan dari Kumuh, 457 Rumah Tidak Layak Huni Diperbaiki

Selasa, 26 Mei 2026 • 18:39:20 WIB
5 Wilayah Prioritas di Kabupaten Serang Dibebaskan dari Kumuh, 457 Rumah Tidak Layak Huni Diperbaiki
Pemerintah Kabupaten Serang memperbaiki 457 rumah tidak layak huni di lima wilayah prioritas.

SERANG — Pemerintah Kabupaten Serang tidak hanya meratakan aspal atau membangun drainase. Di lima titik prioritas, mereka masuk ke halaman belakang warga, mengganti atap bocor, dan menyambungkan pipa air bersih ke dapur-dapur yang selama ini hanya mengandalkan sumur kering saat kemarau.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Serang Okeu Oktaviana mengatakan, penataan ini dikerjakan dengan pendekatan terpadu. Artinya, bukan cuma fisik lingkungan yang dibenahi, tapi juga kebiasaan hidup warga.

"Penanganan kawasan kumuh tidak sekadar memperbaiki jalan lingkungan atau drainase, tetapi juga mendorong perubahan perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat di wilayah tersebut," kata Okeu di Serang, Selasa.

Lima Titik Prioritas dan Infrastruktur yang Dibangun

Lima kecamatan yang jadi fokus adalah Pontang, Lebakwangi, Ciruas, Tirtayasa, dan Tanara. Di sana, Pemkab Serang membangun infrastruktur dasar yang selama ini menjadi keluhan utama warga.

Sebanyak 21 titik lokasi kini memiliki sarana air bersih. Selain itu, 16 titik lainnya dilengkapi sistem pengolahan air limbah domestik dan drainase perkotaan. Total 457 unit Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) juga diperbaiki agar layak dihuni.

Okeu menekankan, ketersediaan air bersih menjadi urat nadi dalam program ini. Akses air yang terbatas selama ini membuat warga kesulitan memenuhi kebutuhan sehari-hari, terutama saat musim kemarau panjang.

Normalisasi Sungai untuk Menekan Risiko Banjir

Penataan kawasan kumuh ini juga diintegrasikan dengan mitigasi bencana banjir. Pemkab Serang menormalisasi sungai sepanjang 4 kilometer di lima titik. Perkuatan tebing sungai berupa bronjong juga dibangun di tiga kecamatan agar aliran air tidak meluap ke permukiman saat hujan deras.

Langkah ini mendapat apresiasi dari DPRD Kabupaten Serang. Anggota Komisi IV Roni Johan menyebut program ini langsung menyentuh persoalan dasar warga.

"Ini kerja nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat. Penataan kawasan kumuh dan normalisasi sungai di wilayah tersebut menjadi langkah penting dalam meningkatkan kualitas hidup warga," ujar Roni.

Di Balik Angka: Warga yang Mulai Bisa Tersenyum

Bagi warga di Kecamatan Tanara, misalnya, perbaikan rumah bukan sekadar soal estetika. Selama ini, saat hujan turun, mereka harus menyiapkan ember di beberapa sudut rumah untuk menampung air bocor. Kini, atap mereka sudah layak, lantai tidak lagi becek, dan kamar mandi memiliki saluran pembuangan yang benar.

Program ini merupakan salah satu capaian dalam satu tahun masa kepemimpinan Bupati Serang Ratu Rachmatuzakiyah dan Wakil Bupati Muhammad Najib Hamas. Fokus pengembangan kawasan perdesaan prioritas menjadi motor utama perubahan di lima titik tersebut.

Pertanyaan selanjutnya, apakah program serupa akan menjangkau wilayah lain yang masih mengantre? Pemkab Serang belum menyebutkan jadwal perluasan, namun komitmen dari legislatif diharapkan bisa mempercepat realisasi di tahun-tahun mendatang.

Bagikan
Sumber: banten.antaranews.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks