BANTEN — Pertandingan berlangsung alot di babak pertama. Cuaca panas, permukaan lapangan yang tidak rata, serta rotasi pemain yang dilakukan Thomas Tuchel membuat permainan Inggris tumpul. Selandia Baru, tim dengan peringkat terendah di Piala Dunia, mampu bertahan disiplin hingga menit-menit akhir.
Momen Kelas Dunia Kane
Kane mengambil inisiatif dengan turun ke tengah untuk menjemput bola. Dua tembakan jarak jauhnya masih bisa dihalau kiper Max Crocombe, begitu juga sundulannya. Namun, pada menit-menit akhir babak pertama, kelasnya berbicara.
Menerima umpan silang dari Djed Spence, Kane dengan cerdik memanfaatkan kecepatan bola untuk menanduknya masuk ke pojok gawang. Itu adalah gol ke-79 pemain Bayern Munich itu untuk tim nasional, sebuah angka yang menegaskan ketergantungan Inggris padanya.
Ujian Bellingham dan Kompetisi di Lini Depan
Tuchel memberikan ban kapten kepada Jude Bellingham saat masuk di babak kedua. Langkah ini dianggap sebagai manajemen pemain yang cerdas untuk meredam spekulasi soal perannya. Bellingham tampak haus bola dan memberikan dampak instan, termasuk sebuah operan brilian dengan punggung kaki kepada Anthony Gordon.
Di sisi lain, Morgan Rogers yang diturunkan sebagai gelandang serang tampil kurang meyakinkan. Tuchel secara blak-blakan mengkritik permainan anak asuhnya di babak pertama yang dianggap terlalu banyak "freestyling" dan lemah dalam tekanan balik.
Pelatih asal Jerman itu menginginkan lebih banyak urgensi dan disiplin posisional. Kehadiran Bellingham menjawab kebutuhan tersebut, membuatnya menjadi kandidat kuat starter saat Inggris menghadapi Kroasia di laga pembuka.
Masalah di Sisi Kanan dan Kekhawatiran di Lini Belakang
Absennya Bukayo Saka dan Noni Madueke memaksa Tuchel melakukan eksperimen dengan menempatkan Ollie Watkins di sisi kanan. Hasilnya kurang optimal. Watkins bekerja keras, tetapi jelas bukan pemain sayap alami. Sebaliknya, remaja Rio Ngumoha yang baru bergabung dengan tim utama pekan ini justru tampil lebih segar setelah turun di babak kedua.
Di sisi kiri, Marcus Rashford tampil agresif dan berbahaya. Ia beberapa kali merepotkan pertahanan lawan, unggul dibandingkan Gordon yang kurang efektif di babak kedua. Persaingan kedua pemain ini kian menarik setelah Gordon bergabung dengan Barcelona.
Namun, ada titik lemah yang terlihat di lini belakang. John Stones, yang baru tampil enam kali sejak Natal, kerap meninggalkan ruang di sisi kiri pertahanan. Selandia Baru beberapa kali bisa memanfaatkan celah tersebut pada babak pertama, sebuah masalah yang harus segera diperbaiki Tuchel sebelum turnamen dimulai.