BANTEN — Direktur Human Capital dan Umum BPJS Ketenagakerjaan, Harjono Siswanto, dan Rektor Universitas Tadulako, Prof. Amar, menandatangani nota kesepahaman di Gedung Universitas Tadulako, Palu. Kerja sama ini mencakup penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berkaitan dengan program jaminan sosial ketenagakerjaan.
"Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan siap memasuki dunia kerja. Karena itu, kami memandang kampus sebagai mitra strategis untuk menanamkan pemahaman mengenai hak dan perlindungan pekerja," ujar Harjono dalam pernyataan resmi.
Perluasan Cakupan hingga Mahasiswa Magang
Harjono menargetkan perlindungan tidak hanya berhenti pada tenaga kontrak. Ke depan, BPJS Ketenagakerjaan ingin menjangkau dosen, tenaga kependidikan, mahasiswa magang, hingga peserta kegiatan penelitian dan pengabdian masyarakat.
"Kampus tidak hanya menjadi pusat keunggulan akademik, tetapi juga menjadi lingkungan yang aman, produktif, dan terlindungi," tambahnya.
Langkah ini merupakan tindak lanjut dari Grand Launching Kurikulum Jaminan Sosial (Kurjamsos) yang digelar Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan pada Agustus 2025. Universitas Tadulako menjadi salah satu perguruan tinggi yang berkomitmen mengimplementasikan Kurjamsos sebagai upaya membangun kesadaran jaminan sosial sejak di bangku kuliah.
Kolaborasi Riset dan KKN Tematik
Rektor Universitas Tadulako, Prof. Amar, menyambut baik kerja sama ini. Menurutnya, MoU tersebut harus segera ditindaklanjuti dengan perjanjian kerja sama dan program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
"Hari ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat hubungan antara dunia pendidikan dengan lembaga penyelenggara jaminan sosial nasional," ungkapnya.
Amar menambahkan, universitasnya membuka ruang kolaborasi luas, mulai dari pengembangan riset, penyusunan kajian akademik, hingga pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik. Program itu diharapkan menjadi sarana edukasi dan peningkatan literasi jaminan sosial di tengah masyarakat.
Strategi 3C: Coverage, Care, Credibility
Harjono menjelaskan, kolaborasi ini sejalan dengan strategi 3C BPJS Ketenagakerjaan. Pertama, Coverage melalui perluasan perlindungan di ekosistem kampus. Kedua, Care melalui layanan yang mudah dan responsif. Ketiga, Credibility melalui penguatan riset, tata kelola, dan inovasi berbasis pengetahuan.
Dalam jangka panjang, BPJS Ketenagakerjaan menargetkan seamless protection, yakni perlindungan sosial yang hadir secara otomatis dan melekat dalam setiap tahapan kehidupan masyarakat. Kerja sama dengan Universitas Tadulako menjadi salah satu batu loncatan untuk mewujudkan visi tersebut.