SERANG — KAI Daop 1 Jakarta memastikan operasional perjalanan kereta api di wilayah Serang dan sekitarnya tetap normal pasca-penutupan perlintasan sebidang di Kampung Odel. Manajer Humas KAI Daop 1 Jakarta, Franoto Wibowo, menyatakan bahwa penutupan dilakukan untuk dua tujuan utama: menjaga kelancaran operasional kereta api dan meningkatkan keselamatan masyarakat.
Patok Bantalan Rel Bekas Jadi Penghalang Permanen
Penutupan dilakukan secara permanen dengan konstruksi patok yang menggunakan bantalan rel bekas. Seluruh titik penghalang dicat merah-putih sebagai penanda larangan melintas, baik bagi kendaraan maupun pejalan kaki.
Franoto menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari antisipasi untuk meminimalkan potensi kecelakaan. "Kami juga terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah, aparat kewilayahan dan masyarakat dalam pelaksanaan program penutupan perlintasan sebidang," kata Franoto, Sabtu (13/6/2026) dikutip dari Antara.
Baru 55 Persen Target Tercapai, 22 Perlintasan Lagi Menunggu Ditutup
Program penutupan perlintasan sebidang di wilayah operasional KAI Daop 1 Jakarta dilakukan secara bertahap. Dari total target 49 perlintasan sebidang, hingga saat ini sudah terealisasi sebanyak 27 lokasi atau sekitar 55,10 persen.
Franoto menegaskan bahwa program ini bukan sekadar menutup akses masyarakat, melainkan upaya bersama menciptakan sistem transportasi yang lebih aman. "Penutupan perlintasan itu mencegah potensi kecelakaan yang dapat menimbulkan korban jiwa maupun kerugian yang lebih besar," ujarnya.
Komitmen Keselamatan: Mengurangi Titik Rawan di Jalur Utama Banten
Menurut KAI, penutupan perlintasan liar justru membantu mengurangi titik rawan kecelakaan yang selama ini menjadi perhatian dalam operasional perkeretaapian. Langkah ini juga diharapkan dapat memperlancar arus perjalanan kereta api yang melintas di jalur utama wilayah Banten dan sekitarnya.
"Kami berkomitmen untuk terus melanjutkan program penutupan perlintasan sebidang secara bertahap sebagai bagian dari upaya menciptakan perjalanan kereta api yang selamat, aman, dan andal serta mendukung keselamatan masyarakat," kata Franoto.
KAI mengimbau warga untuk tidak lagi membuka atau menggunakan perlintasan liar yang telah ditutup demi keselamatan bersama.