Pencarian

BYD Indonesia Buka Suara soal Penjualan Anjlok 895 Unit di Mei 2026, Ini Penyebabnya

Senin, 15 Juni 2026 • 10:22:01 WIB
BYD Indonesia Buka Suara soal Penjualan Anjlok 895 Unit di Mei 2026, Ini Penyebabnya
Penurunan penjualan BYD Mei 2026 disebabkan transisi produksi dari impor ke lokal.

BANTENPT BYD Motor Indonesia akhirnya angkat bicara soal penjualan yang jeblok pada bulan lalu. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), wholesales BYD hanya mencapai 895 unit pada Mei 2026. Angka itu menjadi yang terendah sejak Juni 2024, lebih parah dari titik terendah sebelumnya di September 2025 yang masih 1.088 unit.

Transisi Produksi dari Impor ke Lokal Jadi Biang Kerok

Head of Marketing PR and Government Relations PT BYD Motor Indonesia Luther Panjaitan menjelaskan penurunan drastis ini merupakan dampak dari perombakan rantai pasok. Perusahaan tengah mengalihkan sumber produksi dari kendaraan impor menjadi hasil dalam negeri.

"Itu adalah dampak dari transisi production source kita, sebelumnya kita masih berbasis impor," kata Luther di Senayan, Jakarta akhir pekan kemarin. Ia menambahkan, proses ini menyebabkan shock di sisi angka distribusi ke dealer.

Kontras dengan Capaian Empat Bulan Sebelumnya

Anjloknya pengiriman BYD pada Mei 2026 sangat kontras dengan performa awal tahun. Sepanjang Januari hingga April, wholesales BYD konsisten di kisaran ribuan unit: 4.879 unit (Januari), 4.653 unit (Februari), 2.941 unit (Maret), dan 4.625 unit (April). Luther memastikan kondisi ini hanya sementara dan angka akan kembali normal pada Juni 2026.

Pabrik Subang Masih Dibangun, Produksi Lokal Segera Dimulai

Proses pembangunan pabrik BYD di Subang, Jawa Barat, masih berlangsung. Perusahaan berjanji akan memulai produksi lokal dalam waktu dekat. Transisi ini menjadi kunci bagi BYD untuk memperkuat basis produksi di Indonesia dan mengurangi ketergantungan pada impor.

"Kita membenahi sistem supply dengan transisi dari barang CBU ke produksi lokal. Sehingga ada sedikit shock di sisi angka, tapi itu akan normal kembali di bulan ini," ujar Luther.

Bagikan
Sumber: cnnindonesia.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks