JAKARTA — Pemerintah dan DPR akhirnya sepakat membentuk Satgas Mitigasi PHK dengan menunjuk Mensesneg Prasetyo Hadi sebagai ketua. Keputusan ini diambil dalam rapat koordinasi yang berlangsung di Senayan, Jumat, yang dihadiri perwakilan pemerintah, serikat pekerja, dan pimpinan parlemen.
“Semua bersepakat memohon kami untuk menjadi ketua Satgas Mitigasi PHK oleh karena dianggap dapat menjembatani berbagai pihak dan berbagai stakeholder terkait,” kata Prasetyo dalam konferensi pers seusai rapat.
Penyebab PHK Tak Selalu Soal Bahan Baku
Prasetyo menjelaskan bahwa timnya tidak akan bekerja dengan pendekatan seragam. Setiap perusahaan yang terindikasi akan melakukan PHK akan dimitigasi satu per satu. Sebab, masalah di balik PHK ternyata lebih kompleks dari yang dibayangkan.
“Permasalahan PHK tidak selalu berkenaan dengan masalah suplai bahan baku, misalnya, gas atau batu bara. Kadang-kadang juga ada permasalahan konflik internal manajemen perusahaan,” ujar Prasetyo.
Menurut dia, apa pun penyebabnya, tugas satgas adalah bersama-sama mencari solusi sebelum keputusan PHK diambil.
Polri dan Serikat Pekerja Masuk dalam Satu Meja
Dalam struktur satgas, Mensesneg akan bekerja sama dengan Desk Ketenagakerjaan Polri untuk melakukan monitoring dan pertukaran informasi. Langkah ini dinilai penting untuk mendeteksi dini perusahaan yang sedang dalam kondisi rentan.
Rapat koordinasi itu dihadiri Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea, serta Penasihat Khusus Presiden RI Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh Said Iqbal. Dari DPR, hadir Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dan Cucun Ahmad Syamsurijal.
Perusahaan yang Sudah PHK Juga Diawasi
Satgas tidak hanya fokus pada perusahaan yang berpotensi melakukan PHK. Mereka juga akan menaruh perhatian pada perusahaan yang sudah melakukan pemutusan hubungan kerja tetapi belum menyelesaikan kewajibannya terhadap pekerja.
“Kita mitigasi satu per satu,” tegas Prasetyo.
DPR Berkomitmen Rapat Rutin
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad menegaskan bahwa parlemen berkomitmen penuh bekerja sama dengan pemerintah dalam upaya ini. Ia menyebut akan ada pertemuan rutin antara satgas, pemerintah, dan DPR untuk memastikan koordinasi berjalan.
“Hari-hari di DPR nanti akan dipimpin oleh Pak Cucun Syamsurijal,” kata Dasco.
Langkah ini menjadi angin segar bagi pekerja di tengah tekanan industri yang masih belum stabil. Namun, efektivitas satgas baru akan terlihat dari seberapa cepat mereka bisa turun ke lapangan dan menyelamatkan ribuan pekerja dari ancaman PHK.