TANGERANG — Angka prevalensi stunting di Kota Tangerang terus menunjukkan tren penurunan signifikan. Hingga Mei 2026, prevalensi anak yang mengalami gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis itu berhasil ditekan menjadi 5,3 persen.
Wali Kota Tangerang Sachrudin menyatakan capaian itu merupakan hasil dari penguatan program ketahanan keluarga yang dijalankan secara konsisten. Namun, ia menegaskan bahwa pemerintah tidak boleh berpuas diri.
"Alhamdulillah, prevalensi stunting kita terus menurun. Namun ini bukan akhir dari perjuangan," kata Sachrudin dalam rangkaian peringatan Hari Keluarga Nasional ke-33 di Pusat Pemerintahan Kota Tangerang, Senin.
Intervensi Dimulai dari Calon Pengantin
Pemkot Tangerang memfokuskan intervensi pada masa-masa kritis pertumbuhan anak. Program percepatan penurunan stunting tidak hanya menyasar balita, tetapi juga calon pengantin dan ibu hamil pada periode 1.000 hari pertama kehidupan.
Selain itu, pendampingan keluarga dan penguatan peran Posyandu menjadi tulang punggung program ini. Sachrudin menekankan bahwa keluarga adalah lingkungan pertama dan utama dalam membentuk karakter serta kualitas generasi penerus.
"Pembangunan tidak hanya berbicara soal fisik dan pertumbuhan ekonomi. Yang tak kalah penting adalah bagaimana kita membangun keluarga yang berkualitas," ujarnya.
Pendampingan Digital Anak Jadi Prioritas
Di era digital, tantangan ketahanan keluarga tidak lagi sekadar persoalan gizi. Wali Kota mengingatkan bahwa kemajuan teknologi harus diimbangi dengan pengawasan orang tua agar anak terhindar dari dampak negatif gawai.
Pemkot Tangerang mendorong implementasi Program TUNAS (Tunggu Anak Siap) sebagai upaya edukasi membangun kebiasaan penggunaan gawai yang lebih sehat. Program ini dirancang untuk membantu orang tua mendampingi anak memanfaatkan teknologi secara aman dan bertanggung jawab.
"Peran keluarga sangat besar dalam membentuk karakter anak. Orang tua harus hadir mendampingi, mengawasi penggunaan gawai, serta membangun komunikasi yang baik," kata Sachrudin.
Harganas ke-33: Momentum Membangun dari Keluarga
Peringatan Hari Keluarga Nasional ke-33 dijadikan momentum untuk mengingatkan kembali pentingnya peran keluarga menghadapi berbagai tantangan kontemporer. Sachrudin mengajak seluruh warga Kota Tangerang menjadikan keluarga sebagai fondasi utama pembangunan daerah.
"Mari kita mulai membangun Kota Tangerang dari keluarga. Karena keluarga yang tangguh akan melahirkan generasi yang unggul, sekaligus menjadi pondasi Indonesia yang semakin maju," pungkasnya.