TANGERANG SELATAN — Kepala Diskominfo Kota Tangerang Selatan, TB Asep Nurdin, menegaskan bahwa digitalisasi pelayanan publik di wilayahnya telah mencapai tingkat kematangan yang menjamin transparansi penuh. Hal ini disampaikannya merespons proses SPMB yang baru saja berlangsung.
Pantau Langsung Posisi Anak dari Rumah
"Ayah dan Bunda bisa memantau langsung posisi seleksi anaknya secara real-time lewat HP dari rumah. Semua jujur, terbuka, dan mengikuti aturan yang ada, jadi tidak ada ruang untuk intervensi atau 'titip-menitip' bangku sekolah," ujar Asep dalam keterangan resminya, Jumat.
Ia menambahkan, fitur pantauan langsung di situs resmi SPMB Tangsel menjadi bukti nyata bahwa sistem berpihak pada kenyamanan warga. Orang tua tidak perlu lagi datang ke sekolah hanya untuk mencari informasi atau mendaftar.
Server Diperkuat, Tim Cyber Siaga 24 Jam
Kelancaran sistem tahun ini, menurut Asep, bukanlah kebetulan. Tim teknis Diskominfo telah melakukan penguatan server dan simulasi beban berkali-kali sebelum masa pendaftaran dibuka. Selama periode pendaftaran, tim keamanan siber disiagakan selama 24 jam penuh untuk memantau arus trafik dan mengantisipasi gangguan.
"Kami siapkan sistem ini senyaman mungkin supaya orang tua tidak perlu lagi repot-repot datang dan mengantre di sekolah," jelasnya.
Warga Setu Akui Kemudahan Sistem Baru
Umar, warga Kecamatan Setu, mengakui bahwa pembaruan data yang cepat di situs web sangat membantu. Ia tidak perlu bolak-balik ke sekolah hanya untuk memantau hasil seleksi anaknya.
"Petunjuknya jelas sekali. Asalkan kita baca pelan-pelan dan teliti, pasti bisa kok daftar sendiri dari rumah. Alhamdulillah, anak saya juga sudah diterima di sekolah tujuan," kata dia.
Pernyataan Umar ini memperkuat klaim Diskominfo bahwa antarmuka sistem telah dirancang ramah bagi pengguna awam. Proses pendaftaran dan pemantauan yang sepenuhnya daring dinilai mampu memangkas biaya dan waktu yang biasanya dihabiskan untuk mengantre.
Digitalisasi sebagai Kunci Transparansi Pelayanan Publik
Diskominfo Tangsel menempatkan keberhasilan SPMB daring ini sebagai tolok ukur kematangan transformasi digital di kota penyangga Jakarta tersebut. Dengan sistem yang tertutup dari intervensi manual, potensi kecurangan seperti titip-menitip bangku sekolah dapat diminimalisir secara signifikan.
"Ini menjadi bukti nyata bahwa digitalisasi pelayanan publik di Tangsel kini semakin matang, transparan, dan berpihak pada kenyamanan warga," pungkas Asep.