BANTEN — Rapat koordinasi yang digelar di Markas Kepolisian Sektor (Mapolsek) Balapulang ini melibatkan Polsek Balapulang, Koramil 17 Balapulang, dan PT KAI Daop 5 Purwokerto. Mewakili Administratur KPH Balapulang, Kepala Seksi Keselamatan, Kesehatan Kerja, Keamanan, dan Perlindungan (KSS HKAP) Djuli Kusnadi menegaskan, sinergi lintas instansi menjadi kunci pencegahan karhutla.
Ancaman di Sepanjang Rel Kereta
Menurut Djuli, titik rawan kebakaran terkonsentrasi di Bagian Kesatuan Pemangkuan Hutan (BKPH) Margasari dan BKPH Pengarasan. Di dua wilayah ini, petak-petak hutan berada tepat di sisi jalur rel kereta api.
"Kami menggandeng PT KAI, TNI, dan Polri untuk memperkuat koordinasi dalam menjaga aset negara sekaligus mencegah terjadinya kebakaran hutan," ujar Djuli. Ia menambahkan, sosialisasi juga terus digencarkan kepada para penggarap lahan agar tidak membakar serasah atau sisa panen padi dan jagung yang bisa memicu api.
Kekhawatiran PT KAI: Asap Ganggu Visibilitas Masinis
Kepala Resort Jalan dan Jembatan PT KAI Wilayah Tegal-Prupuk, Martono, mengapresiasi inisiatif Perhutani. Menurutnya, kerja sama selama ini sudah berjalan baik, terutama dalam perawatan rel dan jembatan di kawasan hutan.
"Perhutani kerap memberi informasi jika ada kondisi di sekitar jalur rel yang perlu penanganan. Dalam pencegahan karhutla, koordinasi ini sangat membantu karena keberadaan asap di sekitar jalur rel dapat mengganggu jarak pandang masinis," ungkap Martono.
Polri Siapkan Patroli dan Pelaporan Berjenjang
Kepala Satuan Samapta Polsek Balapulang, Jujuk, yang mewakili Kapolsek, menyatakan komitmen penuh jajarannya. Pihaknya akan melakukan pemantauan dan patroli rutin, serta melaporkan secara berjenjang jika terjadi kebakaran.
"Melalui koordinasi ini, kami berharap seluruh pihak dapat meningkatkan kewaspadaan. Potensi kebakaran, baik di dalam maupun di luar kawasan hutan, harus diminimalkan," kata Jujuk.
Perhutani KPH Balapulang berharap sinergi ini mampu menjaga keamanan kawasan hutan, keselamatan transportasi kereta api, dan kelestarian lingkungan selama musim kemarau. Langkah preventif menjadi prioritas utama agar kerugian ekologis dan ekonomi dapat dicegah sejak dini.