Pencarian

10 Tempat Makan Murah Enak di Banten yang Wajib Dicoba, Lengkap dengan Harga Terbaru 2026

Minggu, 05 Juli 2026 • 23:20:02 WIB
10 Tempat Makan Murah Enak di Banten yang Wajib Dicoba, Lengkap dengan Harga Terbaru 2026
Antrean panjang pagi hari di Sate Bandeng H. Isah, Serang, menyambut pembeli dengan cita rasa khas bumbu kuning.

Di pinggir Jalan Raya Serang–Jakarta, antrean sepeda motor dan mobil sudah mengular sejak pukul 07.00 pagi. Tujuannya satu: Sate Bandeng legendaris di Kampung Bambu, Kecamatan Kasemen. Bukan sekadar sate biasa, daging bandeng dibaluri bumbu kuning khas Banten lalu dibakar di atas bara kelapa. Harganya Rp20.000 per tusuk—masih masuk akal untuk ukuran protein segar.

Dari Serang ke Tangerang, dari Pandeglang ke Cilegon, warung-warung kecil dan tenda kaki lima menyimpan menu yang bikin dompet tetap aman. Berikut sepuluh tempat yang sudah teruji oleh lidah warga lokal dan layak masuk daftar kunjungan Anda.

1. Sate Bandeng H. Isah — Serang

Lokasinya di Kampung Bambu, Kelurahan Margasari, Kecamatan Kasemen. Buka dari pukul 07.00 hingga 16.00 WIB. Keunikan sate ini ada pada bumbu kuning yang meresap hingga ke tulang. Satu porsi berisi 5 tusuk seharga Rp20.000.

Tips: Datang sebelum pukul 10.00 jika tidak ingin kehabisan. Bandeng hanya difillet segar setiap pagi, bukan frozen.

2. Mie Kocok Mang Oding — Cilegon

Di Jalan Letnan Jenderal S. Parman, persis di depan Pasar Kranggot. Mie kocok ala Cilegon ini beda dari versi Bandung: kuah kaldunya lebih kental dengan taburan kikil sapi dan tauge. Satu mangkok Rp15.000.

Warung buka pukul 17.00–23.00 WIB. Porsi kecil cocok untuk yang baru pertama coba, jangan lupa tambah sambal rawit hijau.

3. Rabeg — Warung H. Awi, Pandeglang

Rabeg adalah gulai daging kambing muda khas Banten yang dimasak dengan belimbing wuluh dan daun jeruk. Warung H. Awi di Jalan Raya Labuan Km. 7, Kecamatan Panimbang, buka pukul 08.00–15.00 WIB. Seporsi nasi rabeg Rp25.000 sudah termasuk daging dan jeroan.

Porsinya besar, cukup untuk dua orang yang lapar sedang. Cabai rawitnya pedas mati, minta setengah porsi kalau tidak kuat.

4. Nasi Uduk Kebon Nanas — Tangerang

Di Jalan Kebon Nanas Utara, Kelurahan Sukasari. Buka 24 jam, jadi andalan para perantau yang pulang larut malam. Nasi uduknya pulen, lauk pilihan ada ayam goreng, semur jengkol, dan telur balado. Harga mulai Rp12.000.

Antrean paling panjang antara pukul 06.00–08.00 pagi. Pesan nasi uduk komplit (Rp20.000) dapat tambahan bihun goreng dan kering tempe.

5. Coto Manggala — Serang

Warung kecil di Jalan Ahmad Yani, dekat Alun-Alun Serang. Coto Manggala adalah sup daging sapi dengan kuah kacang yang lebih kental dari coto Makassar. Satu porsi Rp18.000, tambah ketupat Rp3.000.

Buka pukul 07.00–14.00 WIB. Jangan lupa minta sambal tauco—rasa asin gurihnya bikin ketagihan.

6. Laksa Tangerang — Warung Hj. Siti

Di Jalan Kisamaun, Pasar Lama Tangerang. Laksa khas Tangerang beda dari laksa Betawi: kuah santan lebih encer dengan isian bihun, tauge, dan telur rebus. Seporsi Rp15.000.

Warung buka pukul 10.00–17.00 WIB. Paling enak dinikmati saat hujan—kuah hangatnya langsung menghangatkan badan.

7. Soto Ayam Pak Karto — Cilegon

Di Jalan Raya Cilegon–Anyer Km. 9, Kecamatan Ciwandan. Soto ayam ini terkenal dengan kuah bening yang gurih tanpa penyedap berlebihan. Satu porsi Rp12.000, nasi tambah Rp4.000.

Buka pukul 06.00–14.00 WIB. Tips dari warga lokal: minta bagian paha—tekstur dagingnya lebih empuk.

8. Gado-gado Boni — Tangerang

Di Jalan Merdeka, Kelurahan Cikokol. Gado-gado versi Banten ini menggunakan bumbu kacang yang dicampur petis—rasanya lebih pekat. Satu porsi Rp15.000, tambah lontong Rp4.000.

Buka pukul 09.00–21.00 WIB. Cocok untuk yang vegetarian, semua bahan segar dan tanpa pengawet.

9. Nasi Liwet Hj. Nani — Pandeglang

Di Jalan Raya Pandeglang–Labuan Km. 3. Nasi liwet dimasak dengan santan dan daun salam, disajikan dengan ayam suwir, telur asin, dan sambal terasi. Seporsi Rp18.000.

Buka pukul 07.00–16.00 WIB. Porsi nasi liwet spesial (Rp25.000) dapat tambahan tahu tempe goreng dan lalapan.

10. Es Campur Banten — Warung H. Asep, Serang

Di Jalan Raya Serang–Pandeglang Km. 5, Kecamatan Cipocok Jaya. Es campur ini menggunakan sirup gula aren asli dan nangka segar. Satu gelas Rp8.000.

Buka pukul 10.00–22.00 WIB. Penutup sempurna setelah makan sate bandeng atau rabeg—rasa manisnya menetralisir pedas.

Pertanyaan yang Sering Diajukan

1. Berapa rata-rata harga makanan di Banten?
Kisaran Rp5.000–Rp35.000 per porsi untuk makanan utama. Minuman mulai Rp3.000.

2. Apa makanan khas Banten yang paling terkenal?
Sate Bandeng dan Rabeg. Sate Bandeng paling mudah ditemukan di Serang, Rabeg di Pandeglang.

3. Kapan waktu terbaik mencicipi kuliner Banten?
Pagi hari (06.00–09.00) untuk sate bandeng dan nasi uduk. Sore hingga malam (17.00–22.00) untuk mie kocok dan es campur.

4. Apakah tempat-tempat ini cocok untuk wisatawan?
Semua rekomendasi sudah terverifikasi oleh warga lokal. Sebagian besar warung tidak memiliki AC, tapi kebersihan terjaga.

5. Bagaimana cara ke lokasi tanpa kendaraan pribadi?
Angkutan kota (angkot) tersedia di rute utama. Dari Stasiun Serang atau Stasiun Tangerang, naik ojek online sekitar Rp15.000–Rp25.000.

Dari sepuluh tempat di atas, tiga di antaranya—Sate Bandeng H. Isah, Rabeg H. Awi, dan Nasi Uduk Kebon Nanas—sudah bertahan lebih dari 15 tahun. Itu bukti rasa yang konsisten dan harga yang tidak pernah mengecewakan. Kunjungi salah satunya pekan depan, dan Anda akan paham kenapa warga Banten jarang masak di rumah.

Bagikan

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks