Pencarian

Rasio Impor Pangan Indonesia di Bawah 5%, Mentan Klaim Swasembada Versi FAO Terpenuhi

Jumat, 19 Juni 2026 • 16:02:01 WIB
Rasio Impor Pangan Indonesia di Bawah 5%, Mentan Klaim Swasembada Versi FAO Terpenuhi
Menteri Pertanian Amran Sulaiman menyatakan rasio impor pangan Indonesia hanya 4–5 persen dari kebutuhan nasional.

BANTEN — Ketergantungan Indonesia terhadap produk pangan impor saat ini hanya 4–5 persen dari total kebutuhan nasional, atau setengah dari batas maksimal yang ditoleransi Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO). Berdasarkan standar FAO, suatu negara dapat disebut swasembada pangan bila porsi impornya tidak melebihi 10 persen.

"Capaian kita sudah melampaui ketentuan tersebut," kata Menteri Pertanian Amran Sulaiman dalam keterangan resmi, kemarin.

Produksi Nasional Lampaui Kebutuhan Domestik

Menurut data yang dipaparkan Amran, sektor pertanian nasional saat ini mampu memproduksi sekitar 73 juta ton pangan per tahun. Jumlah itu lebih tinggi dari kebutuhan domestik yang diperkirakan mencapai 68 juta ton. Artinya, terdapat surplus sekitar 5 juta ton yang dapat dialokasikan untuk cadangan maupun ekspor.

Pemerintah memantau 12 komoditas pangan strategis sebagai barometer ketahanan pangan nasional. Dari jumlah tersebut, delapan komoditas telah sepenuhnya dipenuhi dari produksi dalam negeri dan bahkan sebagian sudah menembus pasar ekspor.

Tiga Komoditas yang Masih Bergantung Impor

Meski secara agregat surplus, Indonesia masih mengimpor tiga komoditas utama: bawang putih, kedelai, dan daging sapi. Amran menyebut total volume impor ketiga komoditas itu mencapai sekitar 3,5 juta ton.

"Kebutuhan impor dari tiga komoditas tersebut jika digabungkan sekitar 3,5 juta ton," ujarnya.

Pemerintah berkomitmen menekan angka impor pada komoditas-komoditas tersebut melalui program peningkatan produktivitas dan pengembangan sentra produksi baru. Langkah ini dinilai krusial untuk memperkuat cadangan pangan nasional di tengah gejolak harga pangan global.

Klaim Swasembada dan Tantangan ke Depan

Dengan rasio impor terhadap total produksi nasional yang hanya 4–5 persen, Amran menilai Indonesia berada dalam posisi yang semakin kuat untuk menjaga ketersediaan pangan. Ia menegaskan capaian ini menjadi dasar keyakinan bahwa kriteria swasembada pangan versi FAO telah terpenuhi.

Kendati demikian, pemerintah tidak berhenti pada pencapaian saat ini. Amran menyebut penguatan cadangan pangan nasional dan pengurangan ketergantungan impor pada tiga komoditas yang tersisa menjadi prioritas ke depan.

Bagikan
Sumber: medcom.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks