Wali Kota Tangerang Sachrudin resmi membuka Jambore Ormas se-Kota Tangerang Tahun 2026 di BBPPMPV Bisnis dan Pariwisata, Sawangan-Depok, Rabu (26/8). Dalam sambutannya, ia menegaskan ormas tidak cukup hanya eksis, tetapi harus menjadi kekuatan sosial yang aktif, produktif, dan menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat.
TANGERANG — Sebanyak 49 organisasi kemasyarakatan (ormas) mengikuti Jambore Ormas se-Kota Tangerang Tahun 2026 yang berlangsung selama tiga hari, 26–28 Agustus. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Wali Kota Tangerang Sachrudin di Balai Besar Pengembangan Penjaminan Mutu Pendidikan Vokasi (BBPPMPV) Bisnis dan Pariwisata, Sawangan-Depok.
Sachrudin menegaskan bahwa eksistensi semata tidak cukup bagi sebuah ormas. Ia mendorong organisasi kemasyarakatan untuk berperan sebagai kekuatan sosial yang dekat dengan warga dan mampu menggerakkan partisipasi dalam pembangunan daerah.
"Ormas juga memiliki posisi strategis sebagai kekuatan sosial yang dekat dengan masyarakat, mampu menggerakkan partisipasi, serta menjadi bagian penting dalam pembangunan Kota Tangerang," kata Sachrudin dalam sambutannya.
Ukuran Keberhasilan Ormas Bukan dari Eksistensi
Mengusung tema "Ormas Bersatu, Bersinergi, dan Berkarya untuk Kota Tangerang", jambore ini dirancang bukan sekadar ajang silaturahmi tahunan. Sachrudin berharap forum ini menjadi ruang untuk memperkuat komunikasi, bertukar gagasan, memperluas jejaring, dan melahirkan kolaborasi nyata antarorganisasi.
"Mari kita buktikan bahwa ormas di Kota Tangerang bukan hanya mampu bersatu dan bersinergi, tetapi juga produktif, inovatif, dan konsisten menghadirkan karya nyata yang manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat," ucapnya.
Ia menambahkan, organisasi terbaik adalah yang kehadirannya dinantikan masyarakat karena membawa solusi atas persoalan yang ada.
"Organisasi terbaik adalah organisasi yang kehadirannya membawa solusi, memberikan manfaat, dan dinantikan oleh masyarakat," kata Sachrudin.
Penguatan Kapasitas dari TNI AD hingga Pengamat Politik
Selama tiga hari, peserta jambore mendapatkan penguatan kapasitas dari sejumlah narasumber. Materi disampaikan oleh perwakilan TNI AD, Lemhannas, pengamat politik, serta DPRD Kota Tangerang melalui Komisi I.
Kepala Badan Kesbangpol Kota Tangerang Wawan Fauzi menambahkan, kegiatan ini juga diarahkan untuk membangun kolaborasi aktif antara pemerintah dan ormas sebagai mitra strategis pembangunan. Forum ini menjadi sarana memperkuat solidaritas antarkelompok sekaligus membuka komunikasi untuk mencegah potensi konflik sosial.
"Berbagai narasumber turut dihadirkan untuk memberikan wawasan kepada peserta, mulai dari unsur DPRD Kota Tangerang, Kodim, Yayasan Pendidikan Laboratorium Pancasila (YPLP), hingga pengamat politik," kata Wawan.
Mendorong Peran Ormas dalam Menjaga Kondusivitas Wilayah
Pemkot Tangerang berharap ormas tidak hanya aktif dalam kegiatan sosial, tetapi juga mampu menjadi bagian dari upaya menjaga suasana kondusif dan keharmonisan sosial di tengah keberagaman masyarakat. Peran ini dinilai krusial, terutama dalam meredam potensi gesekan di tingkat akar rumput.
"Ke depan, ormas diharapkan dapat mengambil peran lebih besar dalam mendukung pembangunan daerah, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial di lingkungan masing-masing," ucap Wawan.