LEBAK — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lebak terus memacu implementasi Program Keluarga Berencana (KB) sebagai langkah strategis meningkatkan kualitas hidup masyarakat. Langkah ini diambil untuk mendukung berbagai program prioritas, terutama dalam mencetak sumber daya manusia (SDM) unggul dan memutus rantai stunting di tingkat lokal.
Wakil Bupati Lebak, Amir Hamzah, menyatakan komitmen penuh pemerintah daerah dalam menyukseskan agenda kependudukan ini. Menurutnya, sosialisasi masif terus dilakukan agar masyarakat memahami bahwa perencanaan keluarga adalah kunci kesejahteraan.
"Kami terus menyampaikan sosialisasi, mengingatkan pentingnya Program KB itu," ujar Amir Hamzah dalam keterangannya di Lebak, Selasa (14/5/2024).
Capaian Peserta KB Aktif Lebak Tembus 89,4 Persen
Hingga periode berjalan, efektivitas program kependudukan di Lebak menunjukkan tren positif. Amir mengungkapkan bahwa angka peserta KB aktif di daerahnya kini sudah mencapai 89,4 persen. Angka ini menempatkan Lebak sebagai salah satu daerah dengan performa terbaik di tingkat provinsi.
Keberhasilan tersebut juga dibuktikan dengan raihan prestasi di level regional. Kabupaten Lebak berhasil menduduki peringkat ketiga dalam penilaian program Bangga Kencana (Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana) se-Provinsi Banten.
Guna mempertahankan capaian tersebut, pemerintah daerah mengandalkan kolaborasi lintas sektor. Amir menegaskan pihaknya terus bekerja keras merangkul tenaga kesehatan, kader posyandu, hingga tokoh masyarakat untuk menjangkau pasangan usia subur (PUS) agar bersedia menjadi peserta KB.
Mitos Vasektomi dan Upaya Meningkatkan Partisipasi Pria
Salah satu fokus terbaru Pemkab Lebak adalah mengoptimalkan partisipasi pria melalui Metode Operasi Pria (MOP) atau vasektomi. Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan KB pada DP2KBP3A Kabupaten Lebak, Tuti Nurasiah, menjelaskan bahwa metode ini merupakan bagian dari kontrasepsi jangka panjang (MKJP) yang sangat aman.
Tuti menepis kekhawatiran masyarakat mengenai efek samping dari prosedur medis ini. Ia memastikan bahwa vasektomi tidak akan memengaruhi fungsi seksual maupun keharmonisan rumah tangga karena prosedur hanya bertujuan memutus saluran sperma.
"Kontrasepsi vasektomi dilakukan melalui prosedur medis ringan untuk memutus saluran sperma dari testis. Metode ini sangat aman dan terbukti tidak mengganggu fungsi seksual maupun keharmonisan rumah tangga, karena hanya bertujuan mencegah pembuahan," kata Tuti.
Melalui penguatan program KB pria, Pemkab Lebak berharap beban tanggung jawab perencanaan keluarga tidak hanya bertumpu pada perempuan. Partisipasi aktif kaum pria diyakini bakal mempercepat terwujudnya ketahanan keluarga yang lebih stabil dan sejahtera di masa depan.