Pencarian

Bocoran Google Tensor G6: Pixel 11 Pakai CPU 4,11 GHz dan Fabrikasi 2nm

Minggu, 10 Mei 2026 • 23:20:07 WIB
Bocoran Google Tensor G6: Pixel 11 Pakai CPU 4,11 GHz dan Fabrikasi 2nm
Google siapkan Tensor G6 dengan CPU 4,11 GHz untuk Pixel 11.

Google dilaporkan tengah menyiapkan chipset Tensor G6 untuk seri Pixel 11 dengan peningkatan kecepatan CPU hingga 4,11 GHz melalui arsitektur Arm terbaru. Meskipun menjanjikan lonjakan performa hingga 40 persen, bocoran spesifikasi menunjukkan Google masih tertinggal dari kompetitor seperti Qualcomm dan MediaTek dalam hal pemrosesan grafis.

Google tampaknya akan melakukan lompatan besar pada sektor dapur pacu untuk generasi Pixel 11 tahun depan. Bocoran terbaru mengenai Tensor G6 menunjukkan bahwa Google akan meninggalkan arsitektur lama dan langsung mengadopsi core CPU generasi terbaru dari Arm, serupa dengan yang digunakan pada MediaTek Dimensity 9500.

Peningkatan Performa CPU Hingga 40 Persen

Tensor G6 diprediksi membawa konfigurasi CPU yang jauh lebih agresif dibanding pendahulunya. Chipset ini akan mengandalkan satu core utama Arm C1-Ultra dengan kecepatan 4,11 GHz, didampingi empat core C1-Pro pada 3,38 GHz, dan dua core C1-Pro tambahan di kecepatan 2,65 GHz.

Langkah Google melompati era Arm Cortex-X925 langsung menuju arsitektur C1-Ultra berpotensi memberikan kenaikan performa single-core hingga 40 persen dibandingkan Tensor G5 yang masih memakai Cortex-X4. Penggunaan core besar yang lebih dominan dan penghapusan core kecil (efficiency cores) efisiensi rendah diharapkan mampu mendongkrak kemampuan multi-core secara signifikan.

Perbandingan Strategi dengan Snapdragon dan Dimensity

Walaupun menggunakan core terbaru dari Arm, Google tetap mengambil pendekatan yang lebih konservatif dibandingkan vendor chipset lainnya. Sebagai perbandingan, MediaTek Dimensity menggunakan kombinasi satu core C1-Ultra dan tiga core C1-Premium yang secara fisik lebih bertenaga daripada core versi "Pro" milik Google.

Di sisi lain, Qualcomm dengan Snapdragon seri terbaru menggunakan dua core kustom Oryon berukuran besar untuk menangani beban kerja berat. Strategi Google ini diprediksi akan menempatkan performa Tensor G6 setara dengan Samsung Exynos 2600 yang akan memperkuat Galaxy S26, namun dengan keunggulan tipis pada kecepatan clock yang lebih tinggi.

  • Fakta Singkat Tensor G6:
  • Arsitektur CPU: 1x C1-Ultra (4,11 GHz), 4x C1-Pro (3,38 GHz), 2x C1-Pro (2,65 GHz).
  • GPU: PowerVR CXTP-48-1536 dengan dukungan Ray Tracing.
  • Teknologi Fabrikasi: Kemungkinan besar menggunakan node 2nm untuk efisiensi daya.
  • Target Perangkat: Google Pixel 11 Series.

Efisiensi GPU PowerVR CXTP Jadi Fokus Utama

Sektor grafis kemungkinan besar masih menjadi titik lemah bagi seri Pixel. Google dilaporkan beralih menggunakan GPU PowerVR CXTP-48-1536 pada Tensor G6. Kode "P" pada model ini mengindikasikan fokus pada efisiensi daya (power efficiency) ketimbang performa murni secara mentah.

Teknologi ini diklaim mampu memberikan peningkatan 20 persen pada rasio frame per second (FPS) per Watt. Artinya, Pixel 11 mungkin tidak akan menjadi HP gaming dengan performa puncak tertinggi di pasar, namun perangkat ini akan lebih hemat baterai dan suhu lebih terjaga saat menjalankan aplikasi grafis menengah.

Keputusan Google beralih ke seri-C dari Imagination Technologies ini diduga kuat untuk menekan biaya lisensi dan menghemat ruang pada silikon chipset. Meski begitu, fitur modern seperti Ray Tracing (teknologi pencahayaan realistis dalam game) tetap didukung, walaupun implementasinya sangat bergantung pada jumlah core yang dialokasikan Google.

Chipset Tensor G6 ini diproyeksikan bagi pengguna yang mengutamakan kelancaran navigasi harian, pemrosesan AI yang cepat, dan daya tahan baterai yang lebih panjang. Bagi para hardcore gamer, selisih performa dengan chipset flagship kompetitor kemungkinan masih akan terasa cukup lebar.

Bagikan
Sumber: androidauthority.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks