Pencarian

Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan: Pondok Pesantren Jadi Pilar Penting Penopang IPM Tertinggi di Banten

Rabu, 13 Mei 2026 • 20:46:06 WIB
Wakil Wali Kota Tangsel Pilar Saga Ichsan: Pondok Pesantren Jadi Pilar Penting Penopang IPM Tertinggi di Banten
Wakil Wali Kota Tangsel menegaskan peran pondok pesantren dalam meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia di Banten.

TANGERANG SELATAN — Pemerintah Kota Tangerang Selatan tidak hanya mengandalkan sekolah formal untuk menaikkan kualitas sumber daya manusianya. Wakil Wali Kota Pilar Saga Ichsan menegaskan, kontribusi pondok pesantren dalam membentuk moral dan karakter generasi muda menjadi faktor krusial di balik capaian IPM yang konsisten memuncaki peringkat se-Banten.

Mengapa Pesantren Disebut Kunci IPM Tangsel?

Menurut Pilar, di tengah derasnya arus informasi dan media sosial, kemampuan akademik saja tidak cukup. Pondok pesantren hadir sebagai pusat pembentukan moral yang mampu membentengi generasi muda dari degradasi nilai.

“Kami melihat pondok pesantren sebagai pusat pembentukan moral. Di tengah perkembangan zaman yang semakin kompleks, peran pesantren semakin relevan,” ujar Pilar dalam sambutannya di Ponpes Daarut Tauhid, Rabu.

Kitab Kuning Mulai Diajarkan di Sekolah Dasar

Sebagai bentuk integrasi nilai religius ke pendidikan formal, Pemkot Tangsel bersama Majelis Ulama Indonesia (MUI) mulai mendorong pembelajaran kitab kuning secara bertahap di sekolah-sekolah. Materi dasar yang mudah dipahami akan diperkenalkan sejak tingkat sekolah dasar.

“Kami mulai mendorong pembelajaran kitab kuning sejak sekolah dasar. Tidak hanya di pesantren, tetapi juga di sekolah-sekolah formal lainnya,” tutur Pilar.

Beasiswa Santri hingga Penghafal Al-Qur’an

Dukungan terhadap ekosistem pesantren juga diwujudkan lewat program beasiswa berkelanjutan. Pemkot Tangsel memberikan beasiswa bagi santri dari jenjang pendidikan dasar hingga perguruan tinggi.

Selain itu, melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan yang bekerja sama dengan Baznas, Pemkot turut menyalurkan beasiswa khusus bagi para penghafal Al-Qur’an. Program ini diharapkan melahirkan sumber daya manusia yang tidak hanya unggul secara akademik dan profesi, tetapi juga memiliki fondasi moral dan keagamaan yang kuat.

Motto Kota Cerdas, Modern, dan Religius

Langkah tersebut sejalan dengan motto Kota Tangsel sebagai kota cerdas, modern, dan religius. Pilar menilai, tanpa fondasi moral yang kokoh, kemajuan akademik dan teknologi tidak akan berarti banyak bagi pembangunan daerah.

“Kami sebagai pemerintah daerah merasa sangat terbantu oleh keberadaan pondok pesantren selain sekolah formal,” katanya menegaskan.

Bagikan
Sumber: persepsi.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Pilihan

Indeks

Berita Terkini

Indeks