TANGERANG — Abraham Garuda Laksono memilih cara berbeda memperingati Harkitnas 2026. Di tengah gejolak ekonomi global dan melemahnya daya beli masyarakat, Wakil Ketua Bidang Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata DPD PDI Perjuangan Banten itu mengumpulkan kader partai dari tujuh kecamatan di Kabupaten Tangerang untuk saresehan politik.
Kegiatan berlangsung di Padepokan Kebangsaan Karang Tumaritis, Kelapa Dua. Para peserta berasal dari PAC Curug, Kelapa Dua, Panongan, Cikupa, Legok, Pagedangan, dan Cisauk.
Harkitnas Bukan Sekadar Seremoni
Dalam sambutannya, Abraham menekankan bahwa peringatan kebangkitan nasional tidak boleh berhenti pada ritual tahunan. Ia mengaitkan semangat 1908 dengan kondisi kekinian yang menurutnya penuh tekanan.
“Harkitnas adalah panggilan sejarah agar bangsa ini tidak kehilangan arah. Ketika dunia dilanda konflik geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global, rakyat kecil menjadi pihak pertama yang merasakan dampaknya,” ujar Abraham.
Ia menyoroti melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS yang langsung berdampak pada harga kebutuhan pokok dan daya beli warga. Politik, kata dia, harus kembali berpihak pada rakyat kecil.
Marhaenisme dan Trisakti Jadi Pegangan Kader
Abraham mengingatkan agar kader partai tidak sekadar aktif di politik praktis. Mereka harus memahami akar ideologi perjuangan yang berpijak pada Pancasila dan ajaran Marhaenisme warisan Soekarno.
“Kalau kader partai kehilangan akar ideologinya, maka politik akan mudah berubah hanya menjadi perebutan kekuasaan. Padahal politik seharusnya menjadi alat perjuangan untuk menghadirkan keadilan sosial,” tegasnya.
Ia menyebut konsep Trisakti—berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan—masih relevan di tengah derasnya penetrasi budaya digital dan globalisasi.
Kader PAC: Forum Ini Perkuat Soliditas Akar Rumput
Saresehan berlangsung dialogis. Para peserta aktif berdiskusi soal kondisi sosial masyarakat, tantangan kaderisasi, dan pentingnya soliditas partai di tingkat bawah.
Soekoto, pengurus PAC Curug, menilai kegiatan semacam ini menjadi langkah strategis membangun kesadaran politik kader. “Abraham Garuda Laksono menjadi salah satu pionir yang terus mendorong kesadaran politik melalui saresehan seperti ini,” ujarnya.
Budi, Wakil Ketua PAC Kelapa Dua, menambahkan bahwa tradisi diskusi politik dan refleksi kebangsaan harus terus dihidupkan. “Supaya kader partai tidak sekadar hadir saat momentum elektoral, tetapi benar-benar memahami sejarah perjuangan bangsa, ideologi partai, dan tanggung jawab moral kepada rakyat,” katanya.
Abraham berharap, melalui momentum Harkitnas, kader PDIP mampu menjaga semangat persatuan, nasionalisme, dan gotong royong. Menurutnya, kebangkitan nasional hari ini bukan sekadar mengenang masa lalu, melainkan melahirkan kesadaran baru untuk memperjuangkan Indonesia yang lebih berkeadilan.